In Memoriam Nurdin Pamone : Tinggalkan Keteladanan, Wariskan Semangat – Kendari Pos
Muna

In Memoriam Nurdin Pamone : Tinggalkan Keteladanan, Wariskan Semangat

KENDARIPOS.CO.ID — Sekretaris Daerah Kabupaten Muna, Nurdin Pamone kini telah menghadap sang khalik. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam. Pemerintah Kabupaten Muna kehilangan birokrat seniornya. Sosok almarhum Nurdin dikenal memiliki dedikasi penuh pada masyarakat Muna.

Sulit menemukan figur almarhum yang penuh totalitas dalam pengabdian. Banyak keteladanan yang ditinggalkan. Demikian pula sebagian mimpinya yang belum terwujud. Kendari Pos merekam sepenggal cita-cita Nurdin untuk daerahnya. Dalam suatu kesempatan ia menuturkan keinginannya menghadirkan sebuah fasilitas kesehatan bagi masyarakat Muna Timur.

Ia menyadari, daerah Muna Timur yang meliputi Kecamatan Maligano, Batukara, Wakorumba Selatan, Pasikolaga dan Pasir Putih dipisahkan selat dengan daratan induk. Almarhum ingin mendirikan sebuah pusat kesehatan masyarakat dengan fasilitas lengkap. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi harus datang ke Kota Raha jika ingin memeriksakan kesehatannya.

Keinginan itu adalah wujud cinta Nurdin Pamone untuk masyarakatnya. “Itu harapan terdalam saya. Meskipun saya memahami segala keterbasan pemerintah,” demikian keinginan itu diucapkannya saat berbincang dengan Kendari Pos, medio 2018 lalu. Nurdin Pamone boleh saja pergi untuk selama-lamanya. Namun ia sudah meninggalkan dedikasi dan keteladanan. Seluruh mimpinya juga menjadi jembatan harapan bagi penerusnya. Nurdin selamanya akan menjadi simbol kerja keras dalam membangun Kabupaten Muna.

Semasa bertugas, almarhum memang terkenal disiplin. Ia datang berkantor lebih awal dan pulang paling akhir. Hampir seluruh pegawai Pemkab Muna pasti belum lupa akan senyum almarhum yang mudah merekah untuk siapa saja. Gestur itu menunjukan kepribadiannya yang ramah dan terbuka. Nurdin adalah sosok yang sangat dekat dengan bawahan.

“Tidak ada yang memandangnya sebagai atasan. Justru beliau sudah dianggap orang tua sendiri bagi para pegawai,” kenang La Kare, salah satu pegawai Sekretariat Daerah. Ketokohan Nurdin Pamone juga mampu menjaga stabilitas birokrasi Muna meski resistensi politik birokrasi kerap menimbulkan riak.

Almarhum mampu memimpin pemerintahan di dua era Bupati Muna. Loyalitasnya membuat siapa saja segan. Almarhum menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten Muna pada 2013 lalu di era Bupati LM. Baharuddin. Lalu pada era LM. Rusman Emba, ia di dorong oleh masyarakat agar ikut dalam seleksi sekretaris daerah provinsi (Sekprov) Sultra.

Bupati Muna mengenang sosok Nurdin Pamone sebagai pekerja keras dan profesional. Keteladanan sikap itu membuat Rusman menganggap Nurdin sebagai orang tua sendiri, bukan semata birokrat. Nurdin kata Rusman, tidak saja bekerja sebagai pejabat daerah. Ia mengabdi dengan hati dan kecintaan. Sehingga tidak jarang, Rusman harus belajar dari almarhum.

“Kami sudah menganggapnya orang tua sendiri. Banyak hal yang kami petik dari beliau. Salah satunya kecintaan pada daerah. Ia orang yang loyal dan penuh dedikasi,” kata Rusman. Sebelumnya, Nurdin Pamone dirawat di rumah sakit Awal Bross, Makassar sejak 17 Mei 2019. Ia berjuang melawan penyakit diabetes. Hingga akhirnya tepat pada Jumat pukuk 00.50 Wita, Sang Khalik memanggil pulang ke pangkuan-Nya. Ia dimakamkan di TPU Punggolaka, Kota Kendari.

Almarhum meninggalkan satu orang isteri dan dua orang anak. Sekaligus, ia menitipkan Muna pada 6.175 pegawai negeri sipil sebagai penerus mimpinya. 57 tahun umur yang cukup memberi keteladanan. Selamat jalan Jenderal. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top