Hilangnya Sebuah Nama, Oleh : Prof Hanna – Kendari Pos
Kolom

Hilangnya Sebuah Nama, Oleh : Prof Hanna

Prof Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Ketika saya masih duduk di sekolah dasar (SD), pernah mendengar orang berkata: apa arti sebuah nama. Saat duduk di bangku kuliah, justru saya berkesimpulan, bahwa nama membawa arti. Betapa tidak, seorang yang melekat karakter pada dirinya, maka dirinya itulah membawa arti dari sebuah karakter. Tanpa karakter sebagai indikator dirinya, maka dia tidak berarti apa-apa.

Dalam suatu pertemuan, saya pernah berkata: Sulawesi Tenggara adalah minitaur Indonesia, memiliki karakter keamanan yang bisa diandalkan. Miniatur yang saya makusdkan adalah, semua suku di Indonesia ada di Sulawesi Tenggara (Sultra). Semua budaya yang melekat pada suku itu, juga ada di Sultra.

Rumah ibadah yang berbeda keyakinan dapat bersanding dengan utuh. Kerukunan umat beragama pun berjalan dengan baik. Itulah karakter yang dimiliki, dan dibanggakan masyarakat Sultra. Artinya, bisa kita katakan bahwa keamanan adalah karakter yang melekat pada masyarakat Sultra. Karakter itu, sedikit demi sedikit sudah mulai menghilang. Saat ini, masyarakat Sultra berada pada ambang ketakutan. Karena adanya beberapa informasi tentang begal, pencurian motor bahkan perampokan.

Meskipun hanya kasuistik, namun masyarakat sudah telanjur merasa ketakutan dari pemberitaan itu. Akibatnya, tidak sedikit teman-teman yang meminta klarifikasi terhadap pemberitaan itu. Baik kepada saya maupun teman-teman yang lain. Ini berarti, bahwa kita gagal dalam mempertahankan identitas keamanan.

Identitas adalah alat suatu kelompok memperkenalkan jati dirinya. Antara lain etnis, suku, budaya, agama atau yang lainnya untuk tujuan tertentu. Misalnya, sebagai bentuk perlawanan atau sebagai alat untuk menunjukan jati diri suatu kelompok tersebut. Identitas dipahami sebagai suatu interpretasi secara ekstrim, yang bertujuan mendapat dukungan dari orang-orang yang merasa ‘sama’, baik secara ras, etnisitas, agama, maupun elemen perekat lainnya. Semua dikatkan oleh sebagian orang, sebagai politik identitas.

Bukan hanya itu, identitas juga merupakan politik yang fokus utama kajian dan permasalahannya menyangkut perbedaan-perbedaan. Didasarkan atas asumsi-asumsi fisik tubuh, politik etnisitas atau primordialisme, dan pertentangan agama, kepercayaan, atau bahasa yang hadir sebagai narasi resisten kelompok terpinggirkan. Itu akibat kegagalan narasi arus utama mengakomodir kepentingan minoritas. Secara positif, politik identitas menghadirkan wahana mediasi penyuaraan aspirasi bagi yang tertindas.

Hilangnya identitas, kemungkinan disebabkan beberapa hal. Pertama, kepercayaan masyarakat terhadap tatanan kehidupan sudah berkurang. Kedua, kebutuahn akan pekerjaan yang semakin hari makin bekurang, dan ketiga, kecemburuan sosial. Untuk itu, pemerintah dan semua pihak yang berkepentingan, mesti memperhatikan hal itu. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy