Enam Indikator Demokrasi Indonesia Berkategori Buruk – Kendari Pos
Politik

Enam Indikator Demokrasi Indonesia Berkategori Buruk

KENDARIPOS.CO.ID — Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, mengatakan, masih ada enam indikator demokrasi Indonesia yang masuk dalam kategori buruk. Mayoritas indikator tersebut berasal dari aspek lembaga demokrasi. Menurut Kecuk, ada 28 indikator demokrasi Indonesia, tiga aspek dan 11 variabel yang mempengaruhi tingkat capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Dari 28 indikator, BPS mencatat ada 15 indikator yang memiliki skor baik (lebih dari 80 persen) dan enam indikator yang memiliki skor buruk (kurang dari 60 persen).

Kepala BPS Suhariyanto (tengah) didampingi Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenkopolhukam, Wawan Kustiawan (kiri) dan Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Margo Yuwono (kanan) menyampaikan laporan IDI, Senin (29/7).

“Masih ada enam indikator demokrasi Indonesia yang berkategori buruk. Enam indikator ini masih memerlukan perhatian sejumlah pihak supaya bisa meningkat, ” ungkap Kecuk dalam rilis IDI Indonesia 2018 di Kantor BPS, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (29/7). Kecuk lantas menjelaskan enam indikator tersebut. Pertama, indikator ancaman/penggunaan kekerasan oleh masyarakat yang menghambat kebebasan berpendapat (aspek kebebasan sipil).

Kedua, indikator persentase perempuan terpilih tehadap total anggota DPRD provinsi (aspek hak politik). Ketiga, indikator demonstrasi (mogok) yang bersifat kekerasan. Keempat, indikator Perda yang merupakan inisiatif DPRD. Kelima indikator rekomendasi DPRD kepada eksekutif. “Keenam, indikator upaya penyediaaan informasi APBD oleh pemerintah daerah. Empat indikator terakhir ini masuk ke dalam aspek lembaga demokrasi,” tutur Kecuk.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy