Dewan Pers Minta Media Kawal Hasil Pemilu – Kendari Pos
Metro Kendari

Dewan Pers Minta Media Kawal Hasil Pemilu

KENDARIPOS.CO.ID — Dewan Pers meminta media mengawal proses, tahapan hingga hasil Pemilihan Umum (Pemilu). Media mempunyai peran penting dalam keberlangsungan demokrasi. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Pers Dewan Pers, Jamalul Insan saat memberikan materi Workshop Peliputan Pasca Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Tahun 2019 di Swissbel Hotel Kendari, Kamis (25/7).

Kegiatan itu diikuti ratusan jurnalis. Turut hadir, Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers, Asep Setiawan dan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib. Menurut Jamalul, suksesnya pesta demokrasi tidak lepas dari peran media massa. Tak cukup hanya sampai selesainya tahapan Pemilu, media juga harus mengawal hasil Pemilu. Karena ini menyangkut hajat hidup rakyat Indonesia, pers wajib melakukan pengawalan.

Katanya, peliputan pascapemilu sangat penting guna memastikan janji-janji kampanye yang pernah diumbar peserta Pemilu benar-benar ditepati. Setelah workshop, ia berharap timbul kesadaran dari wartawan untuk mau mengawasi kinerja Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR dan DPD yang baru terpilih pada Pemilu 2019. Dengan begitu, hasil Pemilu bisa dirasakan masyarakat. Ia mengaku seringkali mendapati media tidak melakukan tindak lanjut terhadap liputan yang memerlukan keberlanjutan informasi. Bukan hanya dalam liputan Pemilu, hal serupa terjadi dalam banyak kasus. Penting melakukan follow up hingga tuntas, jangan lupa disiplin verifikasi.

Hal senada diungkapkan Asep Setiawan. Menurutnya, jurnalis harus selalu berada paling depan dalam memberikan informasi Pemilu yang kredibel kepada masyarakat. Selain itu, tulisan juga harus bisa mengedukasi pembaca. “Jurnalis seyogianya menempatkan diri sebagai pelapor sekaligus pelaku sejarah. Harus punya kebanggaan akan hal itu,” tutur Asep.

Mantan reporter di Kompas Daily ini juga mengingatkan setiap jurnalis harus menjunjung tinggi prinsip faktualitas. Media massa, kata dia, merupakan pejuang demokrasi sehingga harus memiliki mentalitas yang tangguh. “Dalam bertugas, rekan-rekan wartawan dilindungi oleh undang-undang pers. Untuk itu, harus berani tampil paling depan dalam membela kebenaran,” paparnya.

Mengingat saat ini sejumlah daerah di Indonesia menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, Asep mengingatka media agar belajar dari pengalaman Pemilu baru-baru ini. Media memiliki peran untuk mendorong dan mempublikasikan figur yang dianggap cakap untuk memimpin.

Sementara itu, Abdul Natsir berpendapat, selain mencerdaskan bangsa, pers juga memiliki andil menjaga stabilitas dalam setiap kontestasi politik. Peran pers dalam mewujudkan Pemilu berintegritas tidak dapat dielakkan. Menurutnya, demokrasi akan sulit terwujud jika pers tidak bebas. Sebagai pilar ke empat demokrasi, pers harus memastikan mengawal dengan sunggih-sungguh setiap proses Pemilu. “Hubungan antara media massa dan Pemilu tidak dapat dipisahkan,” ucapnya. (m7/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy