Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga – Kendari Pos
Nasional

Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga

KENDARIPSO.CO.ID — Setelah bertahan sejak November 2018, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps, dari 6 persen menjadi 5,75 persen. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 5,00 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

“Kebijakan tersebut ditempuh sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali,” bunyi siaran pers BI yang ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, kemarin (18/7).

Ditegaskan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif. “Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian,” jelasnya. Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan, lanjut Onny, juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Ke depan, Bank Indonesia memandang masih terbuka ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi lebih lanjut.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA),” ujarnya. Yang menarik, setelah kebijakan ini ditetapkan BI, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta terus menguat. Rupiah berada di posisi 23 poin atau 0,16 persen menjadi Rp13.960 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.983 per dolar AS. “Data fundamental baik secara eksternal maupun internal mendukung penguatan mata uang rupiah,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, kemarin.

Dari internal, sentimen positif bagi rupiah yaitu Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari ini yang memutuskan menurunkan suku bunga acuannya 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan tersebut diambil bank sentral dengan pertimbangan rendahnya inflasi ke depan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah prospek pertumbuhan global yang sedang turun. Dari eksternal, pelaku pasar kini kembali meyakini bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tiga kali di tahun ini.

Yang paling dekat pemangkasan akan dilakukan pada 31Juli 2019 atau 1 Agustus 2019 waktu Indonesia, kemudian dua lagi di bulan September dan Desember 2019. Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp13.979 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.925 per dolar AS hingga Rp13.981 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp13.976 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.949 per dolar AS. (ful)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy