Anak Bungsu di Baubau Aniaya Ibu Kandung Sampai Lemas : Pelipis Pecah, Kepala Diinjak – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Anak Bungsu di Baubau Aniaya Ibu Kandung Sampai Lemas : Pelipis Pecah, Kepala Diinjak

KENDARIPOS.CO.ID — Surga berada di telapak kaki ibu. Itu merupakan kiasan yang tepat bagi seorang ibu yang telah mengandung selama 9 bulan dengan harapan anaknya kelak dapat lahir dengan sehat. Kemudian menyusui, merawat anak dengan kasih sayang hingga dewasa agar mendapat masa depan yang baik.

Al tersangka yang tega menganiaya ibu kandung saat diringkus.

Namun di Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) seorang anak yang telah tumbuh dewasa membalas kebaikan sang ibu dengan penganiayaan. AI (35) tega memukuli juga menendang ibu kandungnya hingga lemas bahkan mengeluarkan darah. Pemicunya hanya persoalan sepele karena tidak dibelikan rokok.

“Benar ada tindakan penganiayaan terjadi yang dilakukan oleh seorang anak kepada ibu kandungnya. Pelaku adalah ini AI dan korban adalah FZ (59),” kata Kasubag Humas, Polres Baubau, Iptu Sulaiman saat konferensi pers Kamis (25/7/2019).

Peristiwa tersebut, lanjut dia, terjadi Rabu (24/7). Saat itu, korban pergi ke rumah anaknya (pelaku) di Kelurahan Kadolomoko, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau. Ketika sampai, korban meminta tolong kepada tersangka untuk membeli minyak tanah. AI pun menyahuti hanya saja ia meminta untuk dibelikan rokok satu bungkus. Namun sang ibu menyampaikan tidak memiliki uang dan lanjut menyuruh pelaku membuat selokan di depan rumah.

“Dari situ pelaku langsung keluar dari dalam rumah menemui ibunya dan langsung memukul pada bagian wajah. Ia memukulinya berulang kali sampai korban jatuh tersungkur di tanah, pelipis pecah mengeluarkan darah,” terang Iptu Sulaiman.

Saat jatuh, bukanya ditolong pelaku malah menendang korban berulang kali tanpa ampun. Sampai korban lemas, barulah pelaku pergi meninggalkanya. “Korban sempat minta tolong karena bagian kepalanya diinjak-injak pelaku. Tapi karena tidak ada orang, pelaku terus menganiaya korban sampai puas dan pergi meninggalkanya,” ungkapnya.

Setelah pelaku pergi, korban yang dalam kondisi sakit akibat pukulan langsung mendatangi Polsek Kokalukuna dan melaporkan kejadian yanh dialami.

Sementara itu, Kapolsek Kokalukunan, Aiptu La Ode Sumarno megatakan, tindakan kekerasan tersebut dilakukan korban dalam keadaan sadar alias tidak dalam pemgaruh miras. “Penganiayaan ini baru pertama dilakukan. Namun pelaku ini sudah sering mengancam akan menganiaya korban bahkan akan membunuhnya,” terangnya.

“Pelaku merupakan anak bungsu korban dari tujuh bersaudara. Saat kita tangkap di rumahnya, pelaku tidak melakukan perlawanan,” sambung Kapolsek.

Atas perbuatanya pelaku dikenakan pasal 44 ayat 1 Undang-Undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga Sub pasal 351 ayat 1 dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp 15 juta.(ahi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy