583 Mahasiswa IAIN KKN di Konawe – Kendari Pos
Konawe

583 Mahasiswa IAIN KKN di Konawe

KENDARIPOS.CO.ID — 583 mahasiwa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Konawe. Mereka tersebar di 94 desa di 13 kecamatan. Lokasi bekas banjir pun di tambah sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sesuai semangat tri dharma perguruan tinggi. Sebaran mahasiswa di lokasi KKN itu diatur merata. Bahkan mereka diturunkan di lokasi eks banjir. “Ada permintaan dari Sekda Konawe, supaya mahasiswa tidak terpusat pada satu daerah. Tapi disebar ke berbagai kecamatan, sekaligus membantu masyarakat melewati masa transisi pasca bencana, makanya kita sebar di 13 kecamatan,” ujar Abdul Gaffar, Ketua Panitia KKN IAIN Kendari saat mengantar mahasiwa di Konawe, Kamis (18/7).

Ratusan mahasiswa KKN IAIN Kendari diterima Pemkab Konawe secara resmi. Mereka akan disebar di 13 kecamatan di Konawe, termasuk di lokasi eks banjir. Mereka akan ikut membantu melawati masa transisi pascabanjir.

Abdul Gaffar mengatakan, 583 mahasiswa tersebut terdiri dari empat fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan sebanyak 389 orang, Fakultas Syariah 34 orang, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah 39 orang, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam sekira 111 orang. “Setiap kecamatan itu ada satu posko unggulan yang isinya hanya terdiri dari satu fakultas, nantinya mereka akan membuat program yang sesuai dengan kompetensi mereka, yang bisa diterapkan di masyarakat,” jelasnya.

Misalnya, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Fakultas Syariah bersinergi dengan koperasi. Nantinya akan terus dikontrol meski masa KKN sudah usai. “Kami ingin program unggulan itu dapat terus berkelanjutan, sehingga bisa disebut desa binaan atau pendampingan,” tutur Abdul Gaffar yang juga Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat IAIN Kendari itu. Untuk diketahui, 583 mahasiswa KKN IAIN Kendari disebar di 13 kecamatan, yakni Soropia, Lalonggasumeeto, Kapoiala, Pondidaha, Wonggeduku dan Wonggeduku Barat. Selain itu di Kecamatan Wawotobi, Konawe, Unaaha, Uepai, Lambuya, Onembute, dan Anggaberi. (hel/b).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top