4 Kabupaten di Sultra Raih WTP, BPK : Masih Banyak Catatan yang Perlu Dibenahi – Kendari Pos
Metro Kendari

4 Kabupaten di Sultra Raih WTP, BPK : Masih Banyak Catatan yang Perlu Dibenahi

KENDARIPOS.CO.ID — Sejarah baru dalam urusan pengelolaan keuangan daerah kini dicatatkan Pemkab Kolaka Timur (Koltim). Otorita Tony Herbiansyah itu sukses menaklukan target meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun ini. Opini tertinggi dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) itu diterima langsung Bupati Koltim, Tony Herbiansyah di Kantor BPK RI Perwakilan Sultra, Senin (1/7).

Foto bersama usai penyerahan pengharagaan WTP.

Selain Koltim, Buton Selatan (Busel) juga meraih WTP perdana. Dalam kesempatan yang sama, Muna Barat (Mubar) dan Konawe juga meraih opini WTP. Hanya istimewanya, Mubar tahun ini mendapat nilai terbaik, yakni 87.08 persen, disusul Busel 84.37 persen, lalu Koltim 73.65 persen dan posisi terakhir Konawe dengan poin 71.48 persen.

Kepala BPK RI Perwakilan Sultra, Hermanto mengatakan, dalam pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2018 ini, banyak daerah sudah mengalami kemajuan. Meski begitu, BPK tetap memberikan catatan untuk perbaikan ke depan. “Secara keseluruhan daerah, persentase tindaklanjutnya 75 persen. Tapi kita mau nanti bisa 85 persen, makanya harus ada perbaikan terus. Inspektorat dan BPKAD harus lebih kuat lagi kerja kerasnya. Termasuk kepala daerahnya, jangan hanya terima laporan saja,” kata Hermanto.

Lanjut dia, ada tiga buku yang diberikan BPK kepada para bupati untuk ditindaklanjuti bersama wakil rakyat (anggota DPRD). Pertama, buku opini atau kesimpulan pemeriksaan yang memuat tingkat kelaziman laporan disajikan Pemda. Kedua, buku sistim pengendalian intern yang memuat kelemahan laporan daerah. “Yang ketiga adalah buku terkait kepatuhan terhadap perundang-undangan. Di sini memuat temuan BPK saat pemeriksan. Makanya, kita sertakan dengan rekomendasi dan catatan,” jelasnya.

Masih kata Hermanto, secara umum temuan dalam LKPD tahun 2018 itu masih tentang aset yang tak tertib, penyertaan modal dan belanja hibah yang juga belum tertib. Serta pengelolaan pendapatan daerah yang dinilai belum tertib juga. “Yang paling fatal juga, soal kas tekor yang terjadi dan hampir tidak dipulihkan seandainya auditor tdak minta. Ini sedapat mungkin ditindaklanjuti secepatnya. Sekali lagi Inspektorat dan BPKAD jangan periksanya dengan cukup dilihat saja, tapi harus benar-benar dicermati,” tegasnya.

Bupati Koltim Tony Herbiasyah yang didaulat memberikan sambutan dalam penyerahan LHP itu mengapresiasi kerja keras BPK Sultra. Ia meyakini semua opini yang diberikan sudah sesuai dengan kinerja Pemda. “Saya sangat mengapresiasi BPK yang selalu semangat memberikan arahan dan masukan. Sehingga kami pun terpacu melakukan perbaikan. Setelah kerja keras yang cukup panjang, akhirnya hari ini (kemarin), kami juga bisa merasakan WTP,” katanya.

Mantan Wabup Konawe itu mengaku, BPK sangat membantu dalam rangka mengevaluasi kinerja jajaran OPD di otoritanya. “Kita tahu apa yang terjadi di bawah, karena catatannya ada soal apa, saya jadi tahu dimana yang lemah. Saya juga siap dimarahi BPK, dengan tujuan perbaikan,” tambahnya.

Selain Koltim dan Busel, dua daerah lain yang juga meraih predikat yang sama adalah Muna Barat dan Konawe. Bedanya, bagi Mubar itu adalah kali ketiganya memboyong WTP. Sementara bagi Kabupaten Konawe sudah kali ke empat. Baik Muna Barat maupun Konawe, sama-sama menyampaikan kebanggaannya atas prestasi tersebut.

Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada mengatakan, sejak meraih WTP 2017 lalu, pihaknya sudah berkomitmen agar predikat itu tidak lepas di tangan. Olehnya itu, Ia mengaku intens mengingatkan aparaturnya untuk mengelola keuangan daerah dengan transparan dan akuntabel. Sehingga baik pelaksanaan maupun pelaporannya tetap dalam koridor perundang-undangan.

“Rumusnya, kita bekerja sesuai tupoksi saja. Semua catatan dalam pemeriksan harus segera ditindaklanjuti. Sehingga, kita bisa mendekati sempurna. Ini WTP ketiga sejak 2016, 2017 dan sekarang LKPD 2018. Alhamdulilah, kita sangat bersyukur,” ungkap mantan Kasatpol PP Sultra itu. Lebih membanggakan lagi, lanjut dia, kali ini Mubar meraih nilai tertinggi, yakni diatas rata-rata yang ditargetkan BPK. Mubar memperoleh angka 87.08 persen, disusul Busel dengan nilai 84.37, lalu Koltim 73.65 persen dan terakhir otorita Kerry Konggoasa, Konawe dengan poin 71.48 persen. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy