Tiga Desa di Konawe Sempat “Hilang” Akibat Banjir – Laman 4 – Kendari Pos
Konawe

Tiga Desa di Konawe Sempat “Hilang” Akibat Banjir

Memang berdasarkan data BPBD, dari 27 kecamatan di Kabupaten Konawe, 20 kecamatan dan ratusan desa kelurahan telah terdata terkena bencana banjir. Ribuan kepala keluarga (KK) telah diungsikan. Jumlah pengungsi terus bertambah, dan beberapa daerah belum tersentuh bantuan. Ribuan hektar sawah tenggelam, ratusan ekor hewan ternak hilang, dan sebagian jalan protokol sulit diakses.

Kapolres Konawe yang juga menjabat sebagai Koordinator Penanganan Banjir Konawe, Muh. Nur Akbar tak menampik hal itu. Kata dia, dampak banjir memang makin meluas. Prioritas tim saat ini melakukan evakuasi korban banjir. “Sejak dinyatakan tanggap darurat, Senin (9/6) lalu, kami sudah dirikan pos lapangan, dan lakukan evakuasi juga sampai sekarang,” ujarnya, kemarin.

Dalam proses evakuasi, pihaknya menggunakan perahu karet, dan rakit yang dibuat warga. “Perahu karet banyak yang rusak. Jadi cuma tiga terpakai, dibuat rakit dari inisiatif masyarakat. Untuk itu kita sudah koordinasi dengan Polda, dan meminta perahu karet dari Polair,” terangnya.

Menurut Akbar, hasil pantauannya titik paling parah ada di bantaran sungai, seperti di Wonggeduku, Wonggeduku Barat, Pondidaha, Anggopiu, dan beberapa desa lain. “Sayangnya beberapa daerah ada yang menolak dievakuasi sejak awal, nanti ketika air naik lagi baru mereka minta dievakuasi, dan sedang dilakukan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, BPBD harus lebih cepat mengelola data, mencatat jumlah personel, dan memperhatikan masalah kesehatan, serta sudah harus tahu titik bencana yang paling parah. “Mulai besok (hari ini), setiap malam kita evaluasi. Ini untuk mengatur kegiatan esok harinya,” ucapnya.

Sementara itu, untuk jalur ke Uepai akan dibuat jembatan darurat untuk mempermudah mobilisasi. “Balai jalan sementara akan amankan aksesnya. Kemarin sudah ditutup pakai karung dan batu, agar tidak banyak air masuk. Untuk sementara, roda empat yang mendesak seperti logistik, ambulans, damkar, dan patroli diperbolehkan melewati bendungan Wawotobi. Selain itu hanya motor yang boleh lewat,” jelasnya.

Selain sekitar jalan poros, ada daerah yang tidak bisa diakses saat ini, yakni di Latoma dan Asinua. Diperkirakan di sana ada sekira 2.000 jiwa. “Ada sekira lima titik longsor sehingga tidak bisa dilalui. Jadi harus pakai alat berat,” katanya. Tim pemantau BNPB, Colonel Czi Faried Darman mengatakan, Pemkab Konawe harus segera menyurat untuk permintaan bantuan dari BNPB Pusat. “Ada kemungkinan bisa dipinjamkan helikopter. Tapi harus ada surat resmi. Termasuk makanan untuk pos lapangan juga bisa diminta, namun harus ditingkatkan status tanggap darurat,” tandasnya. (b/hel)

Laman: 1 2 3 4

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top