Terisolasi, Akses Komunikasi Terputus, Warga Dusun Mopute Konut Kekurangan Makanan – Kendari Pos
Konawe Utara

Terisolasi, Akses Komunikasi Terputus, Warga Dusun Mopute Konut Kekurangan Makanan

KENDARIPOS.CO.ID — Banjir bandang yang melanda Konawe Utara (Konut) masih menyimpan duka. Dua pekan sejak banjir pertama datang, masih ada daerah terisolasi. Salah satunya, warga yang bermukim di Dusun Mopute, Kecamatan Oheo. Untuk bisa sampai ke dusun itu, pembawa logistik bantuan mesti pakai Helikopter.

Warga korban banjir yang berebut logistik setelah tim berhasil tiba.

Senyum warga Dusun Mopute, Kecamatan Oheo langsung mengembang saat melihat Helikopter Jenis Bell 412 mendarat. Mereka bahagia. Sebab, “burung besi” tersebut membawa logististik yang sangat mereka butuhkan. Tak butuh lama setelah mendarat, mereka langsung datang “menyerbu”.

Bagi mereka, kedatangan Helikopter di dusun bagai malaikat penolong. Karena, sejak banjir bandang melanda 2 Juni lalu, sudah terisolasi. Tak ada akses keluar dusun lewat jalur darat maupun sungai. “Kami bersyukur beberapa hari ini datang terus bantuan. Hanya memang aksesnya lewat udara saja. Kalau jalur darat dan sungai terputus,” unkap Wati, salah seorang waega Dusun Mopute, kemarin.

Sama dengan warga lainnya, dirinya setiap saat standby menunggu datangnya bantuan dari pemerintah. “Kami khawatirkan anak-anak. Kalau tidak ada makanan dan pakaian, takutnya mereka sakit. Terima kasih pemerintah sudah berusaha untuk sampai di sini,” timpal Syarif. Akses menuju Kecamatan Oheo sebenarnya bisa ditempuh melalui jalur darat. Hanya butuh waktu sekira 30 menit. Sayangnya, jembatan penghubung terputus oleh “ganasnya” arus sungai Walasolo beberapa waktu yang lalu. Sehingga, satu-satunya akses menuju lokasi tersebut harus menggunakan helikopter.

Berbekal tumpangan helikopter pembawa logistik, heli jenis Bell 412 milik BNPB yang dipiloti Dandim 1417 Kendari, Kolonel Cpn Fajar Lutvi Haris Wijaya, tim Kendari Pos berkesempatan “mengudara” menuju salah satu dusun terisolasi di Kecamatan Oheo. Yakni Dusun Mopute.

Dusun ini, letaknya tidak jauh dari Sungai Walasolo. Didusun tersebut, ada 219 jiwa dari 55 kepala keluarga (KK). Pada saat banjir bandang terjadi, mereka terkepung dan terisolasi sampai berhari-hari.

Setibanya di Mopute, tampak ratusan warga yang sedang menanti harapan sontak menyerbu helikopter. Mereka tahu, heli yang mendarat pasti membawa bantuan logistik dan obat-obatan.”Kami kehabisan makanan Pak. Tidak berani keluar rumah karena banjir. Syukur ada bantuan yang bapak bawa,” ujar Nurudin, warga dusun Mopute lainnya.

Hal senada, diungkapkan Ratni. Ia menuturkan, selain kekurangan makanan, juga kesulitan untuk memasak. Meskipun hanya memasak air. “Tidak bisa memasak karena kayu basah. Untung datangmi ini bantuan. Saya harap ada bantuan kompor gas supaya bisa masak. Karena kayu di hutan semua,” keluhnya.

Dusun Mopute merupakan satu dari beberapa dusun di Konut yang terisolasi. Utamanya dusun-dusun yang ada di Kecamatan Langgikima dan Wiwirano. Dimana akses menuju lokasi tersebut hanya bisa ditempuh melalui jalur udara. Keadaan semakin diperparah karena teputusnya akses komunikasi.

Bupati Konut yang juga merangkap sebagai Komando Penanggulangan Bencana Banjir Bandang Konut Ruksamin mengungkapkan, bencana banjir bandang yang menimpa rakyatnya disebabkan hujan deras dengan intensitas tinggi.

“Hujannya turun tanpa henti. Tapi alhamdulillah, saat ini cuaca mulai bersahabat, banjir mulai surut. Sehingga sekarang kami fokus untuk mendistribusikan bantuan logistik. Utamanya pada daerah yang masih terisolasi,” imbuhnya.

Akibat musibah itu, semua mengharapkan uluran tangan baik dari Pemerintah maupun perusahaan BUMN dan swasta. Sebab, beberapa di antaranya kehilangan rumah dan harta lainnya. Hancur tak tersisa. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut, akibat dari luapan 3 sungai besar dikonut itu, selain merusak bangunan dan lahan pertanian warga, juga membuat 7.736 jiwa dari 1.993 kepala keluarga terpaksa harus tinggal di pengungsian yang sempit dan pengap.

Tidak hanya itu, petaka banjir ini juga merusak beberapa infrastruktur daerah, seperti sekolah, puskesmas, kantor desa dan kecamatan. Serta menyebabkan beberapa ruas jalan rusak dan jembatan terputus. (b/*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top