Metro Kendari

Kloter JCH Sultra Bertambah, Paspor Jemaah Terkendala Vaksinasi

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Saudi Arabia memberikan kuota tambahan 10 ribu kursi bagi haji Indonesia tahun ini. Kuota itu, Kemenag RI bagi untuk 34 provinsi. Hasilnya, Sultra mendapat jatah tambahan 315 orang. Dengan demikian, jamaah calon haji (JCH) yang akan diberangkatkan medio Juli nanti sebanyak 2.343 orang. Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Abdul Kadir mengaku sangat bersyukur dengan adanya penambahan itu. Sebab, bisa mengikis sedikit demi sedikit daftar tunggu haji. ‚ÄúPenambahan kuota haji di Indonesia juga berdampak pada jumlah kuota haji asal Sultra,” ujarnya, Selasa (18/6).

Abdul Kadir

Lanjut Abdul Kadir, dengan adanya penambahan tersebut maka jumlah kelompok terbang jamaah juga ikut bertambah. Tahun 2018 lalu, jamaah asal Bumi Anoa hanya terbagi dalam 4 kloter plus 1 kloter penggabungan. Saat ini, dengan total jamaah 2343 kursi, maka hanya bisa diberangkatkan dengan 5 kloter plus 1 kloter penggabungan. “Gelombng pertama itu dijadwalkan 7 Juli, tapi kita dapat gelombang ke dua pada pertengahan Juli. Insya Allah,” jelasnya.

Kepala Bidang Haji dan Umrah Kemenag Sultra La Maidu juga mengungkapkan, penerbangan dari Embarkasi Makasar menuju Jeddah, Saudi Arabia akan berlaku 6 kali penerbangan bagi jamaah haji Sultra. Untuk diketahui dalam 1 kloter bisa memuat sekitar 450-an jamaah. “Tahun lalu kita 4 kloter plus 226 jamaah yang gabung dengan Sulsel. Tahun ini 5 kloter plus 91 jamaah gabungan,” terangnya.

Terkait persiapan saat ini diakui dia ada keterlambatan pengajuan paspor. Dijelaskannya, ada persyaratan baru dalam kelengkapan dokumen paspor yang ditetapkan kedutaan Arab Saudi. “Tahun lalu visa itu hanya pas foto KTP dan lembar merah bukti pelunasan. Nah, sekarang harus ada lembar Vaksin miningitis. Vaksinasinya dilakukan di rumah sakit,” jelasnya.

Makanya, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sultra dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kendari sebagai lembaga mitra. “Kami maksimalkan waktu yang ada. Saat ini tersisa 3 kloter yang kita lengkpi dokumennya. Lusa kita kirim lagi satu. Targetnya, pekan depan sudah dikirim semua. Sehingga tinggal menunggu saja,” paparnya.

Masih kata dia, keterlambatan pengurusan paspor itu tidak hanya terjadi di Sultra. Secara nasional memang baru 30 persen daerah yang menuntaskan dokumen itu. “Karena masalahnya sama. Vaksinasi itu tadi. Ketika tidak ada bukti vaksinasinya. Kedutaan tidak akan memproses, tapi kita janji akan optimalkan waktu yang ada,” pungkasnya. (b/lyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy