Banjir di Kampung Dolar, Oleh : La Ode Diada Nebansi – Kendari Pos
Kolom

Banjir di Kampung Dolar, Oleh : La Ode Diada Nebansi

KENDARIPOS.CO.ID — Dengan tambang, kalian sudah membuktikan bahwa menjadi kaya raya itu bisa cepat. Tapi, dengan tambang pula, kalian sudah buktikan orang kaya bisa seketika miskin. Tuhan maha membolak-balik. Dengan tambang, kalian sudah buktikan bahwa kondektur bisa jadi miliarder. Kalian sudah buktikan bahwa, Aheng (calo angkutan luar kota) dalam tempo singkat bisa kaya raya. Tapi, dengan tambang pula memberi pelajaran bahwa orang kaya bisa kembali berevolusi menjadi kondektur atau kembali ke Aheng. Tuhan maha pembolak-balik.

La Ode Diada Nebansi (Direktur Kendari Pos)

Dengan tambang, kalian sudah buktikan bahwa orang yang kerjanya hanya urus sanggobi bisa berubah mengurus money changer dan bicara nilai tukar. Tapi, dengan tambang pula kalian sudah buktikan bahwa mereka yang dulu mandi dolar, bicara valuta asing, sekarang mengasingkan diri di pengungsian. Tuhan maha pembolak-balik.

Dengan tambang, kalian sudah buktikan, ada buruh empang tiba-tiba bicara kuota ekspor. Kau buktikan ada yang kerjanya hanya urus pacul dan arco berubah mengurus excavator dan tongkang. Ketika tiba-tiba banjir, semua hanyut dan tak lagi bicara ekspor dan tongkang, justru terancam kembali ke pekerjaan awal: urus arco dan sekopang empang. Ini juga diputar-putar sama Tuhan.

Dengan tambang, kalian sudah buktikan, banjir yang menghanyutkan rumah dan jembatan. Kalian buktikan, bangunan cakar ayam dan tiang pancang sekalipun, jika Allah menginginkan hanyut, maka hanyutlah.
Dengan tambang, kalian buktikan banjir bisa menggenangi hingga bumbungan rumah. Dengan tambang, kalian buktikan tertutupnya sebuah perkampungan akibat genangan lumpur tanah merah. Dengan tambang, kalian buktikan daratan berubah menjadi danau. Ck ck ck ck. Kasiannyaee.

Tuhan maha membolak-balik. Banyak fakta terbalik. Orang memetik kelapa harus naik perahu, mengambil terong harus menyelam. Selama ini sulit ambil buah kelapa dan gampang ambil terong, tapi dikasi tabale sama Tuhan yakni, kelapa tinggal dipetik dari atas perahu, sedangkan terong harus menyelam di kedalaman 4 meter. Orang kerjanya main judi, keluar masuk kafe, merusak lingkungan, menebas gunung dengan excavator, diajak ustaz untuk rajin menyebut asma Allah tidak mau dengar.

Begitu banjir, sudah diami juga yang keras suaranya menyebut asma Allah. Sambil berlari menghindari bencana, ia terus-terusan teriak Allahu Akbar. Mendengar ini, kira-kira bagaimana responnya Allah-e? Karena saya curiga, selesai banjir, pasti cari kartu lagi. Allah maha pembolak-balik. Di musim panas, di dermaga jeti di atas kapal tongkang ramai transaksi dolar. Di musim hujan, di perempatan lampu merah, ramai transaksi permintaan sumbangan dan donasi kemanusiaan. Tuhan benar-benar memberi ujian tabale-bale.(nebansi@yahoo.com)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy