Usai Lebaran, Pemprov Revitaliasi Kawasan P2ID – Kendari Pos
Metro Kendari

Usai Lebaran, Pemprov Revitaliasi Kawasan P2ID

KENDARIPOS.CO.ID — Kondisi kawasan Pusat Promosi dan Informasi Daerah (P2ID) sudah tak terawat. Fungsi lahan seluas 34 hektar itu kini tak jelas, sebagian lahan digunakan untuk berjualan material bangunan. Belum ada perhatian serius dari pemerintah untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) baru akan menertibkan aktivitas pelaku usaha di kawasan itu usai lebaran.

Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas, menyayangkan rumah adat di P2ID yang dibangun menghabiskan duit daerah miliaran rupiah namun rusak karena tak terawat. Ia mengaku pemerintah telah membahas untuk melakukan revitalisasi kawasan itu. Rencananya, kawasan P2ID akan dijadikan pusat religi. “Kita sudah bangun gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) plus aulanya. Untuk selanjutnya kita akan lihat apalagi yang akan dibangun untuk menunjang kawasan itu sebagai pusat religi,”terangnya.

Kata Lukman, kawasan itu adalah aset milik Pemprov. Bila ada yang masih mengakui hak kepemilikan lahan, maka akan berhadapan dengan hukum. Apalagi sengketa lahan itu sudah sepenuhnya diselesaikan. “Kita juga sudah mengundang para pemilik lahan membahas itu semua. Tapi tetap saja, mereka masih belum punya bukti kepemilikan kuat,” terangnya. Ia mengimbau agar warga tak melakukan pengrusakan bila ada pembangunan di kawasan itu. Kalau memang, merasa memiliki hak, jangan rusak aset daerah, lakukan upaya hukum. Pemprov siap ganti rugi, bila ada pemilik lahan yang belum menerima ganti rugi. Syaratnya, harus punya bukti-bukti yang sah dan akan diverifikasi.

Mantan bupati Konawe dua periode itu mengatakan Pemprov sudah menyurati setiap warga yang melakukan aktifitas di sana. Di antaranya, penambang pasir dan pedagang lainnya. “Surat dari Pemprov sudah dua kali dilayangkan. Bila belum juga diindahkan maka kami akan melakukan penyuratan terakhir. Surat ketiga akan kami layangkan usai lebaran. Itu juga sudah dibahas bersama Gubernur Sultra, Ali Mazi. Jika sampai satu minggu setelah surat ketiga dilayangkan mereka belum juga meninggalkan kawasan. Maka kami akan melakukan penggusuran,” tegasnya. (m2/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top