Tol Laut Belum Efektif Angkut Komoditas di Muna, Barang Masuk 114 Kontainer, Keluar 21 Kontainer – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Tol Laut Belum Efektif Angkut Komoditas di Muna, Barang Masuk 114 Kontainer, Keluar 21 Kontainer

KENDARIPOS.CO.ID — Program tol laut sudah empat kali melayani pengapalan di Kabupaten Muna. Tercatat 114 kontainer barang telah diangkut masuk ke wilayah Muna. Sedangkan muatan balik baru mencapai 21 kontainer. Tol laut belum sepenuhnya dimanfaatkan pengusaha lokal. Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Muna, Arif Wau menuturkan angkutan tol laut cukup membantu suplai barang ke Muna. Kebutuhan seperti semen, besi, gula pasir dari Surabaya dan Makassar sudah diangkut menggunakan tol laut. Masalahnya, muatan balik dari Muna masih sangat minim. Saat meninggalkan pelabuhan Raha, kapal terpaksa berlayar dengan kontainer kosong. “Untuk angkutan balik belum optimal. Mungkin belum tersosialisasikan sepenuhnya,” jelasnya, Senin (6/5).

KAPAL : Aktivitas bongkat muat barang di Pelabuhan Raha yang masuk jalur tol laut.

Arif menguraikan, kehadiran tol laut dimaksudkan untuk menekan harga distribusi barang antar pulau. Pemerintah pusat telah mensubsidi ongkos kapal untuk kontainer muatan 20 ton hingga Rp 3 juta per kontainer. Padahal jika dibandingkan via pelabuhan Wamengkoli, ongkos kapal hingga ke Makassar mencapai Rp 5 juta. “Kalau lewat tol laut, per kontainer hanya Rp 1,5 juta sebab ada subsidi. Itu supaya distributor lokal bisa menjangkau harga. Apalagi tol laut masuk setiap 12 hari,” ungkap Arif Wau.

Minimnya angkutan bukan karena tidak adanya barang. Kabupaten Muna masih punya komoditas unggulan seperti jambu mete, kopra, meubel maupun jagung. “Jagung yang sudah pakai tol laut. Kami harap pengusaha lain juga memanfaatkan jasa ini,” tambah Arif Wau. Ia berujar, tol laut baru resmi beroperasi di Muna pada 2018 lalu. Untuk itu, pihaknya perlu mengintensifkan sosialisasi kepada kalangan pengusaha maupun distributor lokal. Ia berharap tol laut dapat membantu perekonomian daerah. “Kami coba terus sosialisasikan dulu,” pungkasnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top