Muna

Tembaha Wula di Kendari, Lebaran di Raha, Rusman Emba Target Safari 22 Kecamatan

Bupati Muna, LM. Rusman Emba bersama Isterim Yanti Setiawati dan putri mereka. Agenda tembaha wula menjadi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga besar.

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Muna, LM. Rusman Emba, punya tradisi tersendiri memanfaatkan bulan suci Ramadan. Selain meningkatkan ibadah, momen penuh rahmat itu menjadi kesempatan berkumpul keluarga. Rusman melalui awal puasa dengan melakukan tembaha wula (tradisi penyambutan puasa suku Muna) di Kendari dan berencana melaksanakan Salat Ied di Raha, Muna.

Ketua Forum Kerukunan Putra-putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Sulawesi Tenggara itu menjadikan agenda tembaha wula sebagai kesempatan menyisihkan waktu bersama keluarga besar. Momen itu selalu dilewati di kediamannya yang terletak di kawasan Kadia, Kota Kendari. Sebagai kepala daerah, Rusman mengakui tidak setiap saat bisa berkumpul bersama keluarga. Apalagi, sang putri semata wayang memang menetap di Kendari. “Jadi pembukaan puasa biasa selalu jadi agenda wajib kumpul di Kendari. Kita tembaha wula dengan membaca haroa, minta kekuatan selama bulan ramadan,” jelasnya saat dijumpai di ruang kerjanya.

Usai quality time bersama keluarga, Rusman biasanya akan kembali ke otoritanya, Kabupaten Muna. Kesibukan sebagai kepala daerah tidak bisa ditinggalkan. Bagi mantan Ketua DPRD Provinsi Sultra tersebut, beraktivitas dengan melaksanakan tugas rutin Bupati dimaknai sebagai ibadah. Menurutnya, pekerjaan apapun jika diniatkan semata-mata karena Allah SWT, pasti diganjar pahala. “Apalagi satu kebaikan di bulan suci, pahalanya akan dilipatgandakan,” sambungnya.

Tak ada yang berbeda bertugas selama Ramadan maupun di hari-hari biasa. Puasa tidak membuatnya bermalas-malasan. Biasanya, Rusman akan mengumpulkan pejabatnya lalu membahas pekerjaan yang perlu segera dituntaskan. Seperti dua pekan ramadan ini, Rusman terpantau memimpin rapat pembahasan sampah di Kota Raha, pembahasan pinjaman daerah dan menerima aspirasi pedagang pasar Laino.

“Justru puasa sambil bekerja membuat kita tidak loyo. Apalagi, sesuatu yang diniatkan ibadah pasti mendapat ganjaran pahala,” urainya. Usai ramadan, Politikus PDI Perjuangan itu sudah punya agenda salat idul fitri 1440 Hijriah. Sudah jadi tradisi selama menjabat Bupati Muna sejak 2016 lalu, Rusman selalu melaksanakan salat Ied di Masjid Al Markas Al Islami Al Munajat, Raha. Masjid yang juga diresmikan di awal pemerintahannya itu, isteri dan anaknya akan ikut serta. “Kami salat bersama masyarakat Muna. Setelah itu ada open house. Sebagai pemimpin, kita tidak boleh jauh dari masyarakat,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy