Mahasiswa Ilmu Tanah UHO Belajar Amdal di DLH Sultra – Kendari Pos
Edukasi

Mahasiswa Ilmu Tanah UHO Belajar Amdal di DLH Sultra

Foto bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. Muh. Hakku Wahab (Tengah) bersama Ketua Jurusan Ilmu Tanah, Zulfikar, S.P., M.P, Kabid dan Kasie Lingkup DLH Prov. Sultra Serta Mahasiswa Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UHO Pada Acara Kuliah umum AMDAL di Ruang Aula DLH Prov. Sultra, Selasa (21/5) lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan aplikasi kebijakan lingkungan di tingkat pemerintah, Jurusan/Prodi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian (FP) Universitas Halu Oleo (UHO) belajar di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sultra. Kegiatan tersebut dibuka Kadis Lingkungan Hidup Prov Sultra, Ir. Muh. Hakku Wahab, M.Si.

Ketua Jurusan Ilmu Tanah Zulfikar, S.P., M.P., mengatakan Kadis LH Sultra sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dengan kegiatan seperti ini, DLH Provinsi Sultra dapat menjalankan perannya untuk memberikan pemahaman kepada akademisi utamanya mahasiswa akan pentingnya pengendalian dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai peraturan dan perundang-undangan, dan juga sharing pengetahuan kepada mahasiswa tentang pencemaran dan kerusakan lingkungan, tata lingkungan dan kegiatan Amdal, pengelolaan sampah dan B3 serta penaatan lingkungan hidup.

Mahasiswa Program Doktor UHO ini menjelaskan bahwa kegiatan akademik seperti ini wajib kita tumbuhkembangkan di perguruan tinggi sebagai tradisi akademik dalam rangka mendekatkan mahasiswa dengan pihak pemerintah sehingga dapat terbangun sinergitas yang baik dalam rangka peningkatan pengetahuan dan pemahaman akan kebijakan-kebijakan pemerintah. “Tentunya dikhususkan bagi matakuliah-matakuliah di Prodi Ilmu Tanah, seperti matakuliah pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), konservasi tanah dan air, irigasi dan drainase, perencanaan dan pengembangan wilayah, kesuburan tanah dan teknik pemupukan, karakteristik dan dinamika lahan pesisir dan pulau-pulau kecil, Reklamasi Lahan Pasca Tambang dan Bioremediasi Tanah, dan lainnya,” tandas Zulfikar. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top