Nasional

KPK Bidik Potensi Korupsi dalam Pemilihan Rektor di Kemenristekdikti

Wakil Ketua KPK Laode M Syerief saat menggelar konferensi pers di kantor KPK C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5). Sa;ah satu hal yang disampaikannya adalah tentang banyaknya laporan dugaan korupsi dalam sistem pemilihan rektor.

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah membidik potensi jual beli jabatan rektor di lingkungan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Agama (Kemenag). KPK menilai, sistem pemilihan rektor mempunyai potensi terjadinya korupsi. “Jadi, KPK memang perlu klarifikasi lagi. Tapi banyak mendapatkan laporan kalau sistem pemilihan rektor mempunyai potensi korupsi,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syerief di kantor KPK C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

KPK menyebut, potensi korupsi terkait pemilihan rektor bukan hanya terjadi di lingkungan Kemenag yang belakangan terungkap melalui kasus jual beli jabatan yang menyeret mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy. Tetapi potensi terjadinya korupsi juga terjadi di Kemenristekdikti. “Kalau di Kemenristekdikti itu kan ada kuota yang diberikan kepada Menteri itu suaranya 30 persen. Itu biasanya bisa disalahgunakan,” jelasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy