Korban Pemilu di Sultra Bertambah, Meninggal 3, Sakit 396 Orang – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Korban Pemilu di Sultra Bertambah, Meninggal 3, Sakit 396 Orang

KENDARIPOS.CO.ID — Jumlah penyelenggara pemilu 2019 (PPK, PPS, dan KPPS) di Sultra yang menjadi korban meninggal dan sakit terus bertambah. Hingga pukul 19.15 Wita Sealsa (30/4/2019) tercatat sudah tiga orang petugas meninggal dunia sedangkan jumlah yang jatuh sakit mencapai 396 orang. Informasi tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib, Senin (30/4).

Salah seorang penyelenggara Pemilu yang sakit dan meninggal dunia dari Wawonii Konkep.

“Data itu sudah dilaporkan ke KPU RI dan akan terus di update berdasarkan laporan dari masing-masing KPU kabupaten/kota se Sultra,” ungkap Abdul Natsir. Laporan yang disampaikan, lanjut dia, akan menjadi dasar bagi KPU RI untuk memberikan santunan kepada para keluarga korban meninggal dunia maupun korban sakit setelah bertugas.

Guna memastikan keabsahan laporan, KPU RI akan melakukan pengecekan data terlebih dulu sebelum santunan diberikan. “Secepatnya (santunan diberikan), namun masih perlu validasi data dulu. Pengecekan yang dilakukan mulai ahli waris hingga penyebab ataupun sakit yang diderita,” terangnya.

KPU RI saat ini juga tengah merancang petunjuk teknis (Juknis) pemberian santunan. Misalnya ada seseorang meninggal, maka diselidiki ahli warisnya siapa, tinggalnya dimana, apakah benar yang bersangkutan adalah penyelenggara Pemilu. “Banyak hal yang harus diklarifikasi,” beber mantan Ketua KPU Kota Kendari ini.

Termasuk informasi mengenai waktu meninggalnya kapan, penyebabnya apa, sakitnya apa, sejak kapan, dan sebagainya, dirawat di mana. “Pokoknya ada verifikasi. Nanti ada juknisnya dan saat ini sedang dibuat,” terangnya. Sampai saat ini KPU masih menghitung jumlah petugas adhoc yang meninggal dan sakit. Mengenai besaran santunan, dibagi empat kategori, yaitu meninggal dunia, cacat permanen, luka berat dan luka sedang. Rinciannya, meninggal Rp 36 juta per orang, cacat permanen Rp 30,8 juta per orang, luka berat Rp 16,5 juta per orangnsedangkan luka sedang Rp 8,25 juta per orang.

Ketentuan tersebut sebagai tindaklanjut Persetujuan Menteri Keuangan RI Nomor S-316/MK.02/2019 tanggal 25 April 2019 tentang Usulan SBM lainnya Santunan kecelakaan kerja Penyelenggara Adhoc Pemilu 2019. (

Korban yang akan Diberikan Bantuan

Korban Meninggal
(1) Vicky Wahyu Pratama anggota PPS Doule Kec. Rumbia Kab. Bombana. Almarhum meninggal karena mengalami kecelakaan saat bertugas.

(2) La Hambu, S.Pd, Ketua KPPS TPS 1 Desa Mosolo Kec. Wawonii Tenggara Kab. Konawe Kepulauan. Almarhum meninggal karena kelelahan setelah melaksanakan tugas sebagai ketua KPPS, tekanan darah tinggi, dan memiliki riwayat penyakit jantung.

(3) Ndolama, anggota KPPS TPS 2 Desa Pasikuta Kec. Marobo Kab. Muna, almarhum meninggal saat menjaga kotak suara pada 16 April 2019 pukul 18.20 WITA di kantor Balai Desa Pasikuta, diduga karena kelelahan.

Korban yang Sakit
PPK 40 orang;
PPS 101 orang;
KPPS 255 orang.

(m7)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top