Pariwara
Muna

Gedung Pasar Laino Segera Difungsikan, Pedagang : Nyalakan Dulu Listriknya

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Muna akhirnya berniat memfungsikan bangunan Pasar Sentral Laino yang dua tahun terakhir terbengkalai. Alih-alih langsung menerima rencana penempatan gedung pasar itu, pedagang justru meminta Pemda melengkapi fasilitas dasar terlebih dahulu. Gedung pasar Laino sebelumnya terbengkalai sebab jumlah los tidak sebanding dengan jumlah pedagang. Pemkab lalu berencana menambah satu unit gedung baru senilai Rp 20 miliar dengan mengandalkan dana pinjaman kepada Bank Sultra dan Bank Jawa Barat.

PASAR : Gedung Pasar Laino segera difungsikan Pemkab Muna. Namun para pedagang meminta pemkab melengkapi fasilitasnya lebih dulu sebelum para pedagang masuk di area pasar. Fasilitas dimaksud yakni listrik dan rolling door.

Sayangnya, nasib pinjaman yang diajukan sejak 2018 hingga kini belum jelas. Keputusan merelokasi pedagang ke gedung pasar Laino pun bukan hal mudah. Kondisi gedung yang banyak mengalami keretakkan mengharuskan perlunya melalui uji kontruksi terlebih dahulu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muna, La Taha mengaku sudah meminta tim ahli kontruksi Universitas Halu Oleo turun meninjau kelaikkan bangunan. “Kami menunggu hasil, kalau layak maka pedagang direlokasi sebelum lebaran 1440 H,” ujarnya, Kamis (9/5).

Rencana Pemkab Muna itu disambut baik asosiasi pedagang pasar Laino, tetapi dengan sejumlah catatan. Kendati nanti jika hasil uji kontruksi mengatakan layak, pedagang menuntut pemerintah melengkapi dulu fasilitas dasar seperti listrik dan pintu los (rolling door). “Bagaimana mau ditempati kalau itu (listrik dan rolling door) tidak ada. Jadi kami setuju difungsikan, tapi penuhi dulu listriknya,” jelas La Minto, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Laino, Kabupaten Muna.

La Minto mengapresiasi keputusan Bupati Muna LM. Rusman Emba meskipun dinilai terlambat. Pedagang melalui asosiasinya, kata dia, sudah berulang kali meminta gedung pasar difungsikan. Bahkan, rencana membangun gedung tambahan sebenarnya tidak diterima kalangan pedagang. “Bagaimana mau bangun gedung lagi, yang gedung lama saja tidak selesai,” paparnya. Soal jumlah los tidak mencukupi pedagang, La Minto menyebut hal itu bukan kendala, asal pemerintah punya niat membenahi pasar. Katanya, akibat lambannya sikap pemerintah, banyak pedagang mengeluh karena harus berpindah-pindah. “Jumlah los hanya 800, sementara pedagang 1.000 orang lebih. Tapi bisa ditaktisi dengan diutamakan yang kiosnya dulu dibongkar dilokasi gedung berdiri,” paparnya.

La Minto berharap permintaan pedagang segera dipenuhi. Gedung pasar ditempati dengan listrik dan rolling door sudah tersedia. Soal uji kontruksi dinilai bukan hal yang perlu dikhawatirkan. “Kami berharap secepatnya dipenuhi listriknya. Saya dengar sudah disiapkan anggarannya Rp 4 miliar,” pungkasnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy