Divonis 2 Bulan Penjara, Sulkhani dan Riki Fajar tak Bisa Dilantik – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Divonis 2 Bulan Penjara, Sulkhani dan Riki Fajar tak Bisa Dilantik

KENDARIPOS.CO.ID — Pasca divonis bersalah oleh Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Tenggara (Sultra). Dua caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sulkhani (DPRD Provinsi) dan Riki Fajar (DPRD Kota Kendari) terancam tak dilantik. Hal tersebut diungkapkan langsung Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib.

Sulkhani dan Riki Fajar

Menurut Abdul Natsir, apabila calon terpilih anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota terbukti melakukan pelanggaran larangan kampanye sebagaimana dimaksud dalam ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai kampanye Pemilu.

Berdasarkan putusan pengadilan yang telah mengganti calon terpilih anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota dengan calon dari DCT anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota yang memperoleh suara terbanyak berikutnya dari partai politik peserta Pemilu yang sama di Dapil yang bersangkutan. “Ketentuan ini diatur dalam PKPU tahun 2019,” ucap Abdul Natsir saat dihubungi, Jumat (17/5).

Kata dia, jika memang telah inkrah maka KPU tidak akan mengikutkan dalam proses pelantikan sesuai aturan yang berlaku. “KPU tentu mengambil keputusan sesuai dengan ketentuan yang belaku,”jelasnya.

Sebelumnya, vonid bebas dua Caleg asal PKS, Sulkhani dan Riki Fajar dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi Sultra. Keduanya dinyatakan bersalah atas Banding Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kendari.

Mereka mendapat vonis dua bulan penjara dan denda masing-masing Rp 5 juta subsider kurungan penjara selama satu bulan. Barang bukti yang ditetapkan sebagai bagian dari putusan adalah 9 lembar stiker milik Riki Fajar dan 37 lembar stiker Sulkhani. Putusan ini sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya.

Hubungan Masyarakat (Humas) PT Sultra I Gede Suarsana menjelaskan, Pengadilan Tinggi menguatkan banding Jaksa Penuntut Umum. Kemudian membatalkan putusan bebas dari Pengadilan Negeri Kendari. Katanya, putusan banding itu dikeluarkan, Rabu (15/5/2019). Majelis Hakim yang dipimpin oleh Purwadi SH membatalkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kendari 30 April 2019 nomor 176/Pid.Sus/2019/PN.Kdi. Hakim kemudian mengadili sendiri Sulkhani dan Riki Fajar.

“Kedua terdakwa 1 Sulkhani dan Terdakwa 2 Riki Fajar terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama mengikutsertakan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagaimana dakwaan JPU ,”kata I Gede Suardana. (m7/ade)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top