Kolaka

Berlangsung 3 Hari, Disperindag Kolaka dan Bombana Helat Pasar Murah

KENDARIPOS.CO.ID — Kenaikan harga bahan pokok sejak awal ramadan hingga jelang hari raya Idulfitri berdampak dari kelangkaan beberapa komoditas. Seperti bawang putih. Masyarakat dilanda kepanikan. Untuk mendapatkan kebutuhan dapur dengan harga terjangkau, masyarakat memadati pasar murah yang digelar pemerintah daerah. Masyarakat berbondong-bondong berburu bahan pokok di pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kolaka dan Disperindakop Bombana.

Warga Kolaka berbondong-bondong memadati pasar Murah di halaman kantor Disperindag Kolaka, Kamis (23/5). Mereka berburu, gas elpiji, bahan pokok dengan harga terjangkau.

Halaman kantor Disperindag Kolaka dipadati warga yang ingin mendapatkan sembako dan tabung elpiji 3 kilogram dengan harga murah. Plt. Kepala Disperindag Kolaka, Muhammad Azikin mengungkapkan pasar murah ini untuk menstabilkan harga sembako dan menyediakan kebutuhan pokok. Sebab permintaan kebutuhan masyarakat di bulan Ramadan meningkat drastis. “Pasar murah ini kami gelar selama selama tiga hari. Bahan pokok yang kami jual, diantaranya beras dan tabung elpiji 3 kilogram,” ungkapnya, Kamis (23/5).

Muhammad Azikin menambahkan harga barang yang dijual lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Misalnya, harga eceran elpiji 3 kilogram sekira Rp 17.900. “Di pengecer itu harganya bisa sampai Rp 30 ribu,” beber Kepala Balitbang Kolaka itu. Pembelian elpiji dibatasi maksimal dua tabung saja. Di tempat terpisah, Kepala Disperindakop dan UKM, Bombana Asiz Fair mengungkapkan pasar murah digelar untuk mengendalikan harga bahan pokok. “Pasar murah ini digelar di enam kecamatan yaitu Poleang, Tontonunu, Poleang Utara, Poleang Timur, Lantari Rumbia dan Rarowatu. Saat ini kegiatan tersebut sementara berjalan di wilayah Kecamatan Poleang,”ungkap Asiz di ruang kerjanya.

Sekira 2.000 kupon yang tersebar di kelurahan dan Disperindag dan UKM. Setiap kupon yang harus di bayar Rp 80 ribu. ”Kupon ini lebih di utamakan bagi masyarakat tidak mampu,” ujar Asiz Fair. Pasar murah akan digelar selama sepuluh hari sebelum hari idul Fitri. Disperindakop Bombana juga akan mengecek harga dan barang di toko-toko dan pasar. Bila ada temuan penimbunan dan kenaikan harga diatas batas normal maka akan diberikan sanksi tegas sesuai UU perlindungan konsumen. (fad/kmr/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy