Pariwara
HEADLINE NEWS

Warga dan 3 Perusahaan Tambang Ribut Soal Lahan di Konsel

Menanggapi hal itu, Direktur Operasional PT WIN, Irwan mengatakan kepemilikan lahan yang dibebaskan itu awalnya milik PT Bili pada tahun 2010 yang memiliki saham pada PT WIN. Karena saham PT Bili telah habis, maka lahan itu diambil alih PT WIN. “Jadi tuduhan penyerobotan lahan sebaiknya ditinjau kembali karena pembebasan lahan berdasarkan SKT dari pemilik lahan dan pada tahun 2010 lahan jalan holing dibebaskan tahun 2018 untuk pengolahan tambang pada saudara Husen, H. Ruba, Kisman serta Abd. Malik,” ungkap Irwan.

Warga lainnya, Dedi Arman mengatakan perusahaan membebaskan lahan bukan pemilik lahan sebenarnya dan jalan holing yang digunakan merupakan jalan kabupaten. “Kepala Desa Torobulu dan Camat Laeya pada tahun 2010 menyatakan bahwa sekitar jalan holing itu tidak boleh di olah namun lahan itu diolah perusahaan dengan alasan telah memiliki SKT,” ungkap Arman.

Sementara itu, Camat Laeya, Hadismar mengatakan Februari lalu dia sempat menghadiri sosialisasi reklamasi tambang yang sudah dibebaskan. Tetapi memasuki bulan Maret terjadi penolakan dari masyarakat setempat dengan adanya aktivitas pertambangan itu. “Kami belum bisa putuskan tentang keabsahan dan legalitas status tanah yang diklaim masyarakat itu,” bebernya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy