HEADLINE NEWS

Tak Ada Dokter, Pelayanan Buruk, Bayi 40 Hari Meninggal di RSUD Konkep

KENDARIPOS.CO.ID — Pelayanan RSUD Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) disorot. Hal ini setelah bayi berusia 40 hari bernama Key Hasin meninggal dunia dirumah sakit tersebut karena tak mendapat pelayanan maksimal.

Jumadil memegang nisan anaknya Key Hasan.

Orang tua bayi, Jumadil mengaku kesal dan geram dengan pelayanan RSUD Konkep. Ia bercerita, 7 April 2019 dirinya mengantar anaknya di rumah sakit untuk mendapatkan pelayanan medis setelah rewel dan tidak bisa menyusui.

“Ketika tiba di RS perawat datang, tetapi dia tidak berhasil infus. Malah disarankan anak saya dirujuk ke Kota Kendari. Saya menolak untuk dirujuk karena tidak ada satu pun alat medis yang menempel di tubuh anak saya,” cerita Jumadil yang berlinang air mata.

Nah saat itu perawat langsung pergi dan selama kurang lebih 7 jam balita yang tidak berdosa itu tidak lagi mendapatkan pelayanan medis. Kata Jumadil, bayinya dibiarkan dibiarkan terbaring. Ia pun mencoba mempertanyakan dokter spesialis namun sama sekali tidak ada jawaban.

Karena kondisi anaknya mulai memburuk, ia pun berinisiatif mencari perawat yang dikenalnya diluar rumah sakit agar segera diinfus. “Nanti selesai magrib baru anak saya kembali coba diinfus. Itupun keluarga saya mencari bidan di luar minta tolong agar anak saya secepatnya diberi pertolongan medis,” kenangnya.

Namun Allah SWT berkehendak lain. Senin 8 April 2019 lalu, sekitar 03.00 Wita kata Junadil anaknya, Key Hasin menghembuskan nafas terakhir. “Memang semua Allah SWT menentukan. Tapi kami kecewa pak dengan pelayanan RSUD. Apa lagi istri saya dan nenek Key, mereka sangat kecewa dengan pelayanan rumah sakit yang sangat buruk” ucap Jumadil terbata-bata. “Kalau memang saat itu perawat tidak bisa pasangkan infus anak saya, kenapa bukan dokternya langsung yang turun tangan. Ini rumah sakit atau apa,” tegas dia.

Sementara itu Direktur RSUD Konkep, dr Rudi Utoma membenarkan adanya pasien balita yang meninggal di instansinya. Namun, ia belum mengetahui pasti kronologis sehingga bayi tersebut meninggal dunia. Rudi mengaku akan menggelar rapat internal. “Untuk pasien bayi harus ditangani langsung oleh spesialis anak. Sementara pihak RSUD Konkep belum memiliki dokter spesialis itu. Memang menurut perawat saya, pasien disarankan untuk dirujuk. Lalu pemasangan infus kondisi bayi masih 40 hari itu juga diakui cukup sulit. Perawat sudah upayakan untuk diinfus tapi tidak berhasil,” tandasnya. (san)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy