Pariwara
Politik

Sultra Butuh Tambahan Logistik untuk PSU

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis ada 40 tempat pemungutan suara (TPS) yang berpotensi akan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU). Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu, mengatakan, dari total 40 TPS itu, 25 diantaranya telah direkomendasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) masing-masing kabupaten/kota di mana PSU akan dilakukan. Sedangkan 15 TPS lainnya masih dalam proses pengkajian. “Dilihat dari laporan yang disampaikan Bawaslu kabupaten/kota, penyebab PSU ini sebagian besar karena adanya pemilih yang tidak terdata sebagai DPT maupun daftar pemilih tambahan (DPTb),” ujar Hamiruddin.

Menurutnya, pemilih seperti itu dikategorikan masuk daftar pemilih khusus (DPK). Mereka hanya dapat menyalurkan hak pilih pada alamat sesuai domisili yang tertera dalam KTP-el ataupun surat keterangan (Suket) pengganti. Namun yang terjadi, warga dalam DPK tersebut melakukan pencoblosan di TPS yang tak sesuai dengan alamat domisili, sehingga harus dilakukan PSU. Disamping itu, ada kasus, pemilih DPTb mendapatkan lima lembar surat suara. “Seharusnya mereka tidak bisa memperoleh kelima jenis surat suara,” sambung Hamiruddin.

Hamirudddin menjelaskan, PSU pada beberapa daerah tersebut bisa jadi disebabkan oleh penyelenggara. Namun, pihaknya masih akan mempelajarinya. Kata dia, PSU akan dilakukan pada semua jenjang pemilihan. “Pada prinsipnya, kami masih harus mengkaji semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir Muthalib, membenarkan adanya potensi PSU. “Data TPS yang direkomendasikan Bawaslu untuk dilakukan PSU 23 TPS,” ungkap Abdul Natsir saat ditemui di ruang kerjanya. Karena waktu yang disediakan untuk PSU adalah 10 hari setelah pemungutan suara atau paling lambat 27 April 2019, maka dirinya berharap Bawaslu sesegera mungkin melakukan pengkajian terhadap TPS yang berpotensi dilakukan PSU.

“Prosedurnya, Panwascam menyurat ke PPK, kemudian dikaji pada tingkat kabupaten/kota. Jika memenuhi syarat, maka PSU,” jelasnya. Adapun kebutuhan surat suara yang tersedia di gudang logistik KPU provinsi, dipastikan tidak akan cukup. “Olehnya itu kami melakukan perekapan yang hasilnya akan disampaikan ke KPU RI agar dilakukan pencetakan surat suara. Waktu kita sangat singkat,” tandasnya. (b/m7)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy