KPU Waspadai PSU Berulang, KPPS dan PTPS Harus Kerja Optimal – Laman 3 – Kendari Pos
Politik

KPU Waspadai PSU Berulang, KPPS dan PTPS Harus Kerja Optimal

Terkait penyelenggaraan PSU, Natsir mengaku pihaknya senantiasa melakukan persiapan. Logistik surat suara telah diterima secara berkala oleh KPU kabupaten/kota. Dirinya juga membeberkan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan PSU. Menurut estimasi, kata dia, jumlahnya mencapai ratusan juta. Meliputi anggaran untuk honorarium KPPS dan Linmas serta biaya pendirian TPS. Sedangkan kelengkapan TPS nilainya relatif kecil. Surat suara diadakan oleh KPU RI.

Namun, karena PSU sifatnya di luar dugaan, maka anggaran untuk PSU tidak ditetapkan dalam mata anggaran KPU. Oleh karenanya, masing-masing satuan kerja dimana terjadi PSU, akan melakukan revisi anggaran. Revisi yang dimaksud guna mengoptimalkan anggaran yang ada agar PSU tetap berlangsung. “KPU akan memastikan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sebelumnya tidak akan terulang lagi. Bawaslu tetap punya otoritas untuk menilai. Pencegahan harus dilakukan semua pihak terkait,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Sultra, Hamiruddin Udu berlasan bila rekomendasi PSU yang keluar saat pleno PPK merupakan jalan keluar atas perbedaan hasil perolehan jumlah pengguna hak pilih dengan jumlah suara sah dan tidak sah yang tidak terverifikasi. Terhadap kasus seperti itu, lanjut dia, apabila tidak direkomendasi untuk PSU, maka pleno PPK akan berhenti karena menghadapi jalan buntu dan tidak ada jalan keluar.

Mengenai penyelenggaraan PSU, pihaknya sudah siap mengawal proses yang ada. Perangkat PTPS juga telah ditetapkan. “Insha Allah sudah siap. Kami sudah mengumpulkan ketua dan koordinator sekretariat Bawaslu kabupaten/kota yang ada PSU. Kami telah menyampaikan hal-hal teknis yg perlu dilakukan sebelum dilaksanakan PSU,” akunya, kemarin.

Sementara itu, Pakar Politik Sultra, Muh Najib Husain menilai, antara KPU dan Bawaslu seolah saling menyalahkan dengan adanya kasus PSU. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya terjadi di Sultra melainkan juga secara nasional. “Antara KPU dan Bawaslu seolah saling melempar tanggung jawab,” ujar Najib saat dihubungi, kemarin. Seharusnya, kata dia, kedua lembaga penyelenggara Pemilu tersebut sejak awal sudah melakukan persiapan yang matang.

Dirinya berpendapat, dalam penyelenggaraan Pemilu kali ini, salah satu masalah pokok yang nampak adalah pemahaman penyelenggara di tingkat bawah yang kurang memadai. Misalnya, beberapa Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memiliki penafsiran yang berbeda mengenai aturan teknis penyelenggaraan. Adapun Bawaslu, harusnya mempersiapkan Pengawas TPS yang memang mampu mengawasi. “Pada dasarnya, kedua lembaga ini kurang siap dalam menyelenggarakan Pemilu serentak 2019,” paparnya. Disamping itu, distribusi logistik yang tidak tepat waktu juga menjadi penyebab yang cukup berpengaruh terhadap pelaksanaan pemungutan suara. Sebagai salah satu instrumen vital Pemilu, KPU mestinya memastikan ketepatan penyediaan logistik Pemilu.

Dosen Komunikasi FISIP Universitas Halu Oleo ini, menilai karena banyak PSU yang terjadi, maka proses perekrutan KPPS seharusnya bisa dilakukan lebih cepat, sehingga mereka bisa dibimbing secara tuntas. Kesannya, kata mantan Ketua Tim Seleksi KPU Kolaka Timur ini, proses seleksi anggota KPPS kurang maksimal. “Melalui seleksi yang baik, maka orang-orang yang terpilih benar-benar memiliki kapabilitas untuk menjalankan tugasnya di lapangan,” tuturnya. Sebab, beban tugas yang akan dipikul tidaklah mudah. Hal itu yang tidak diantisipasi oleh KPU.

Bukan hanya soal kualitas petugas KPPS, waktu pemungutan dan penghitungan suara yang panjang memiliki catatan gelap tersendiri dalam penyelenggaraan Pemilu kali ini. “Selain kelelahan, upah yang diterimapun tidak sebanding dengan beban kerja yang berat,” ucapnya prihatin. Semua hal tersebut, kata dia harus menjadi bahan evaluasi untuk Pemilu lima tahun kedepan. (m7/b)

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top