Arus Deras, Normalisasi Sungai Puurau Kolut Ditunda – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Arus Deras, Normalisasi Sungai Puurau Kolut Ditunda

KENDARIPOS.CO.ID — Hujan deras yang terus mengguyur daratan Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Senin (29/4) mengancam rumah warga yang berada di bantaran sungai. Kadis PU Kolut, Mukramin mengungkapkan pihaknya berupaya untuk melakukan normalisasi sungai khususnya di Puura. Hanya saja hal itu ditunda karena arus sungai yang sangat deras. “Menurut pihak balai provinsi belum bisa dilakukan normalisasi atau nanti arus sudah berkurang. makanya Senin tidak dilakukan. Jadi kami hanya sebatas mengalihkan arus lalin (lalu lintas) terkecuali roda dua bisa lewat,” ucap, Mukramin.

Arus banjir di Kolut yang membuat jalur trans sulawesi terputus.

Pengalihan arus itu dimaksud yakni karena amblasnya tanggul jembatan di Jalan Trans Sulawesi di Desa Mataiwoi Kecamatan Ngapa. Jalan ini menghubungkan Sultra-Sulsel (Lutim). Pihak Dishub Kolut telah menyarankan jalan alternatif agar para pengguna jalan mengambil rute jalan labupaten melintasi Desa Olo-oloho dari Lapai – Mekuasi.

Data sementara yang dibeberkan BPBD Kolut menyebutkan jika ada delapan desa terdampak banjir. Untuk jumlah rumah masih di data. Meski banjir sempat surut, tingginya intensitas hujan yang masih mengguyur membuat Pemda dan aparat tetap berjaga memantau perkembangan di lapangan. (rus)

Informasi yang diterima Kendari Pos dari Satker PJN Wilayah 1 Pemprov Sultra jika jembatan yang terputus tersebut berada pada ruas 002 Lelewawo-Batu Putih-Lapai koridor PPK 1.1 Lasusua-Batas Provinsi Sulsel. Penyeberangab tersebut bernomor 56.002.002.0 dengan Panjang bentangannya 43,00 m dan lebar 6,10 m bertipe RBA (Rangka Baja Australia).

Bangunan tersebut dibuat di tahun 1999 dengan jarak tempuh dari Kendari sejauh 355,25 Km. Pihak pemprov Sultra untuk saat ini sementara memobilisasi jembatan Baley dari Kendari menuju Kolut. (rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top