Pariwara
Metro Kendari

Sinergi Cegah Bencana di Sultra, Pemprov-USAID Perkuat Kerja Sama

KENDARIPOA.CO.ID — Perwakilan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar pertemuan, kemarin. Acara ini, untuk menegaskan kembali komitmen bersama membangun ketangguhan masyarakat dan mengelola risiko iklim dan bencana. Rombongan perwakilan USAID diterima langsung Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Provinsi (Bappeda), J. Robert. Turut hadir Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sri Tantri Arundhati, bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Plt Kepala Bappeda Sultra J. Robert (paling kiri) foto bersama Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sri Tantri Arundhati (tengah) serta utusan BNPB dan Perwakilan USAID usai pertemuan di Kantor Gubernur Sultra.

Pertemuan tersebut juga menyoroti capain hasil kerja sama Pemprov Sultra dan pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui proyek USAID Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK), Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan sejak 2016. “Tahun ini, menandai peringatan 70 tahun kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia. AS dengan bangga terus mendukung Indonesia dalam membangun ketangguhan terhadap bencana yang disebabkan cuaca ekstrem dan dampak perubahan iklim lainnya,” kata Director Environment Office USAID, Matthew Burton usai pertemuan. Kata dia, kerja sama ini semakin kuat dengan melibatkan masyarakat dan sektor swasta. Sehingga penggunaan sistem informasi yang ada dan baru dapat lebih maksimal, sekaligus melindungi mata pencaharian masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Sultra, J. Robert mengapresiasi kerja sama yang telah dibangun. Kata dia, USAID APIK bahu-membahu dengan Pemprov Sultra untuk mengurus, mengutamakan dan mengintegrasikan aksi ketangguhan iklim dan bencana ke dalam kebijakan dan perencanaan pembangunan. Upaya ini akan membantu isu tersebut diprioritaskan, diimplementasi dan mendorong replikasi di wilayah lain.
“Kami menghargai dukungan dari proyek APIK dalam memfasilitasi masyarakat agar lebih tangguh ketika menghadapi risiko iklim dan bencana. Membangun ketangguhan masyarakat adalah prioritas kami. Sekarang, kami sedang proses mengintegrasikan perubahan iklim dan aksi adaptasi ke dalam rencana pembangunan. Makanya, sinergi seperti ini sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sri Tantri Arundhati menambahkan, kawasan Sultra rentan terhadap bencana hidro-meteorologi. Seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, dan gelombang ekstrem. Dalam mendukung masyarakat untuk lebih tangguh terhadap bencana, USAID APIK bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat melakukan kajian kerentanan. Serta mengimplementasikan kegiatan untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan iklim. “Teknsi sudah dilakukan. Seperti menanam bakau di Desa Awunio, Konawe Selatan. Mendirikan bank sampah di Kampung Salo Kota Kendari, dan menyusun rencana darurat banjir di Kendari. Serta memfasilitasi berdirinya kelompok siaga bencana di seluruh wilayah kerja APIK,” terangnya. Ia menambahkan, pihaknya juga sudah beberapa kali melakukan kegiatan sosialisasi ke masyarakat. Serta membuat kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat agar paham dan bisa membantu mengurangi dampak bencana. (b/m2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy