Pariwara
HEADLINE NEWS

Serka Maslina, Kowad Asal Wakatobi yang jadi Guru Militer Utusan Perdamaian PBB di Lebanon

KENDARIPOS.CO.ID — Selawesi Tenggara (Sultra) patut bangga punya kader hebat sekaliber Sersan Kepala (Serka) Maslina. Prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) TNI ini punya banyak talenta hebat. Dia atlet yang baru saja memenangkan kejuaraan UNIFIL Open Table Tennis Competition 2019 di Markas China Battalion (Chinbatt). Saat ini, juga dipercaya jadi guru militer di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Polisi Militer, Bandung. Serta menjadi utusan PBB yang bertugas di Sector East Military Police Satgas MPU XXV K Unifil, Lebanon Timur, sebagai pasukan perdamaian.

Serka Maslina (tengah) bersama tentara Pakistan saat menjadi pasukan perdamaian PBB di Sector East Military Police Satgas MPU XXV K Unifil, Lebanon Timur.

Serka Maslina langsung naik daun. Namanya mendadak menjadi sorotan publik, setelah berhasil menorehkan prestasi di Markas China Battalion (Chinbatt). Dia menjadi pemenang dalam Kejuaraan UNIFIL Open Table Tennis Competition 2019. Wanita cantik ini, ternyata putri asli Sultra. Dia lahir, 10 September 1985 di Tomia, Kabupaten Wakatobi. Masa kecilnya, dia habiskan di Tomia. Menempuh pendidikan Sekolah dasar (SD) Negeri 2 Waha, Kecamatan Tomia. Masuk tahun 1991 dan tamat 1997. Kemudian, SMP Negeri 2 Tomia tamat tahun 2000, SMA Negeri 1 Tomia tamat tahun 2003.

Tidak mudah, bagi anak dari pasangan H. Alufina dan Hj. Masibanda ini menjalankan banyak tugas. Sebagai tentara dan ibu rumah tangga. Namun, dirinya selalu berusaha memberikan yang terbaik. Baik sebagai ibu ataupun seorang prajurit TNI. Meski harus berbagi waktu, ia mengaku suami dan anak-anaknya paham. “Suami juga seorang perwira TNI. Jadi, sangat mengerti. Anak-anak juga tidak pernah protes. Saya berusaha memberikan pengertian pada mereka,” ujar Maslina saat ditemui di kediamannya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Anak mantan Lurah Onemaay Tomia menjadi bagian keluarga besar TNI sejak 2004. Dia mengikuti tes di Korem Kendari dan lulus. Kemudian, lanjutkan pendidikan sebagai Kowad di Bandung. Enam bulan menjalani pendidikan Kowad, Maslina kemudian kembali dipilih untuk melanjutkan pendidikan ke Cabang Polisi Militer di Pusdikpom Cimahi, Bandung selama 5 bulan. Lulus dari sana, dia berhak memakai lambang kebanggaan, baret biru.

Melihat potensinya yang luar biasa, sehingga pimpinan TNI memberinya kepercayaan menjadi guru militer di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Polisi Militer, Bandung. Serta menjadi utusan PBB yang bertugas di Sector East Military Police Satgas MPU XXV K Unifil, Lebanon Timur, sebagai pasukan perdamaian. Bagi Maslina, masuk dunia militer sangat menantang. Meski waktunya banyak di luar ketimbang keluarga, namun dia tetap enjoy. menurutnya, menjadi prajurit merupakan profesi luar biasa. “Saya ikhlas, makanya enjoy menjalani pekerjaan ini. Itu pesan orang tua saya yang selalu teringat sampai sekarang,” jelasnya.

Tidak hanya hebat sebagai prajurit militer, Maslina juga sukses di dunia pendidikan dan olahraga. Walau sudah menjadi prajurit, Maslina tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Faktanya, dia tak puas hanya menamatkan gelar sarjana tapi juga dengan magister sekaligus. Titel Sarjana Hukum dan Magister Hukum diraihnya di Universitats Ahad Yani Bandung.

Begitu juga di dunia olahraga. Maslina berhasil menorehkan prestasi. Dia sukses mengibarkan bendera merah putih di Markas China Battalion (Chinbatt) saat menjuarai Kejuaraan UNIFIL Open Table Tennis Competition 2019. “Bagiku ini momen luar biasa. Menjadi juara di ajang internasional (kejuaraan tenis meja antar militer) sulit diungkapkan dengan kata-kata,” terangnya. Maslina tak banyak bercerita soal pengalamannya secara detail saat menjadi yang terbaik dalam kejuraan tenis meja internasional tersebut. Dia hanya menyebutkan kalau pesertanya dari berbagai negara dan dipusatkan di China.

Termasuk pengalamannya menjadi guru militer dan saat menjadi pasukan perdamaian PBB di Lebanon Timur. Hanya dia menegaskan, semua itu semakin membuatnya cinta dengan status sebagai prajurit Kowad. “Banyak pengalaman hebat. Pastinya, saya menikmati setiap momen tersebut,” ucap ibu dua anak ini. Kembali soal minatnya di olahraga, Maslina punya cerita menarik. Ternyata, dia sudah menyukai olahraga tenis meja sejak kecil. Begitu juga dengan sepak bola, sepak takraw, dan lainnya. Uniknya, semua itu dilakukannya bersama teman laki-lakinya. “Orang tua bingung. Tiap hari mencari saya saat sedang bermain. Mungkin supaya bisa diam di rumah, bapak dan mama akhirnya membuatkan papan tenis meja di dalam rumah. Sejak kelas 3 SD. Dari situlah, saya jarang main di luar lagi. Tiap hari teman-teman datang ke rumah,” kenangnya sambil tersenyum.

Ternyata, keinginan orang tua yang tidak ingin anak perempuannya keluar rumah dengan membuatkan lapangan tenis meja membuahkan hasil luar biasa. Maslina yang kini sudah dewasa berhasil menjadi Atlet Satgas Military Police Unit (MPU) TNI dan menjuarai ganda campuran pada Final UNIFIL Open Table Tennis Competition 2019. (yog/b/*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy