Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Periode Januari – Maret 2019, Bulog Sultra Serap 107 Ton Beras Petani

KENDARIPOS.CO.ID — Meski panen raya di Sultra baru akan dilaksanakan pada April, Mei hingga Juni mendatang, Bulog Divisi Regional (Divre) sudah melakukan pengadaan dengan menyerap beras dari petani. Kepala Seksi Pengadaan Bulog Divre Sultra, Wisnu Airlangga mengungkap, pihaknya telah berhasil menyerap 107 ton beras petani.

“Alhamdulillah tahun ini, di beberapa titik kita sudah lakukan penyerapan. Seperti di Kolaka yang baru terserap sebanyak 750 Kg, kemudian Bombana 11 ton, Kendari 20 ton dan yang paling banyak di Konawe yang merupakan sentra penghasil beras sebanyak 75 ton,” ungkapnya, Jumat (23/3).

Angka tersebut kata Wisnu masih jauh dari yang ditargetkan Pemerintah yakni penyerapan beras harus sebanyak 12 ribu ton. “Insyaa Allah pada saat panen raya nanti kita bisa capai target itu. Mengingat masih daerah kita ditopang beberapa daerah yang menjadi sentra penghasil beras seperti Konawe, Bombana, Kolaka Timur, Kolaka dan Konsel,” ujarnya.

Sejauh ini tidak ada kendala yang dihadapi pihaknya dalam menyerap beras petani. Karena semua dilakukan sesuai prosedur, misalnya penetuan harga yang sudah disepakati bersama antara petani dan Bulog yakni dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada beras kelas medium Rp. 8.030/kg. “Sebenarnya kendala ada sih, tapi itu terjadi disawah petaninya. Seperti baru-baru inu di Kolaka ada beberapa sawah yang diserang hama tikus. Tapi itu bukan ranah kami, melainkan ranah Dinas Ketahanan Pangan setempat,” beber Wisnu.

Untuk stok beras di Sultra saat ini, sambungnya, masih aman sampai 10 bulan ke depan atau digudang masih terdapat sekitar 10 ribu ton. Angka tersebut sebenarnya masih akan bertambah, mengingat bulan depan sudah memasuki panen raya. “Sebenarnya serapan beras di Sultra itu sangat baik. Hanya saja penyalurannya kami bingung mau dikemanakan. Sebab, program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) sampai dengan bulan April saja. Penggantinya yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak melalui Bulog, melainkan melalui e-warung yang dimana dengan sistem gesek itu, masyarakat berhak belanja kebutuhan pokok sebesar Rp 110 ribu. Sudah pasti mereka ambil beras premium karena kelebihan uang,” bebernya.

Untuk diketahui, selain menyerap beras petani, Bulog Sultra juga menyerap hasil pertanian Jagung. Dimana perkilonya, Bulog Sultra membeli dengan HET yang sudah ditentukan, yakni sebesar Rp 3.150/kg. “Bagi masyarakat yang punya jagung bisa menghubungi kami. Karena tahun ini kami sudah punya anggaran untuk sekitar 500 ton jagung,” tutupnya. (ags/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy