Pariwara
Muna

Musrembang, Warga Muna Minta Air Bersih ke Bupati

KENDARIPOS.CO.ID — Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) daerah Kabupaten Muna tahun 2019 digelar berbeda. Jika sebelumnya terpusat di Raha, kali ini digelar bergilir di Kecamatanamatan-Kecamatanamatan. Bupati Muna LM. Rusman Emba “bergerilya” menjemput aspirasi warganya, Senin (4/3). Dia hadir bersama perangkat birokrasinya. LM Rusman Emba menyebutkan, dirinya ingin melihat langsung kondisi otoritanya, ketimbang mendengar usulan lisan. Musrembang daerah dibagi dalam delapan titik dari 22 kecamatan. Lohia, Kontunaga dan Watopute mendapat giliran pertama menjadi tuan rumah dan dipusatkan di Desa Liangkabori Kecamatan Lohia. Agenda tersebut dirangkaikan dengan peresmian pasar rakyat Kecamatan Lohia.

ASPIRASI : Bupati Muna, LM Rusman Emba (berdiri) disela-sela Musrenbang daerah. Bupati turun langsung menjemput aspirasi warganya di kecamatan-kecamatan.

Dalam Musrembang tersebut, masyarakat Lohia, Kontunaga dan Watopute meminta air bersih menjadi prioritas daerah. Sebab tiga wilayah tersebut mengalami kelangkaan air sejak puluhan tahun lalu. Di Lohia misalnya, dari sembilan desa, terdapat empat desa belum tersentuh layanan PDAM. Di Kontunaga, tujuh desa belum teraliri air bersih. Sedangkan Kecamatan Watopute, jaringan pipa telah dibangun namun belum berfungsi. “Kami akui di Kecamatan Lohia sudah banyak sekali pembangunan. Tetapi kami juga berharap dan yakin air bersih ini akan diprioritaskan daerah,” ujar LM. Hajar Sosi Camat Lohia.

Sementara Camat Watopute, Ali Fakara berharap Pemda membangun jaringan perpipaan sepanjang tujuh kilometer untuk menjangkau masyarakat. “Sebenarnya di Watopute ada sumber mata air Matarawa yang bisa mencukupi kebutuhan air. Hanya belum ada mesin pompa air. Kami harap Pemda juga bisa menganggarkan,” katanya. Data PDAM Tirta Dharma Kabupaten Muna menyebutkan, dari tiga wilayah tersebut sedikitnya 25.000 jiwa belum teraliri air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut diperlukan sekurangnya 2.500 sambungan pipa ke perumahan masyarakat.

Untuk hal tersebut, Bupati Muna LM Rusman Emba berjanji tahun ini segera dituntaskan. Ia sudah menganggarkan sekitar Rp.10 miliar dalam APBD 2019. Dana tersebut diperoleh dari kredit daerah pada lembaga perbankan. “Tahun ini masalah air akan segera teratasi,” terangnya.
Rusman menekankan, kebutuhan dasar masyarakat dipenuhi secara perlahan. Jika masih ada yang belum tuntas, ia menyebut hal itu hanya perlu waktu. Keterbatasan dana menghambat niatnya membangun daerah. Dia memastikan ikhtiar memajukan Muna terus diperjuangkan. Sebagai contoh, Rusman memastikan jalan poros Lohia dan Kontunaga akan diaspal tahun ini. “Dari Wapunto sampai Masalili sudah dianggarkan Rp.18 miliar. Pelan-pelan, satu per satu masalah ini akan diurai,” jelasnya.

Mantan Ketua DPRD Sultra itu berharap ada investor untuk menanamkan modalnya di Muna. Hanya dengan itu pembangunan bisa bergerak lebih cepat. Untuk mencapai maksud tersebut, Rusman meminta masyarakat berkomitmen menciptakan kondusivitas daerah. “Kalau masyarakat aman, investor berani menanamkan modal. Dengan begitu, Pemkab ada income dan bisa menuntaskan semua keluhan masyarakat,” pungkasnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy