Pariwara
Edukasi

Minim Sarana, Target UNBK 100 Persen Terkesan Dipaksakan

KENDARIPOS.CO.ID — Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), menjadi cerminan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menyiapkan pelayanan sarana dan prasarana pendidikan dan kualitasnya. Sayangnya, masalah teknis UNBK selalu muncul setiap tahunnya. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sultra Abdul Halim Momo, mengatakan bahwa kondisi pendidikan di Sultra masih banyak kekurangan. Sehingga hal ini juga mengakibatkan pendidikan Sultra masih berada di posisi tiga terbawah dari seluruh Indonesia. Terutama di daerah pelosok yang masuk kategori Terluar, Terdepan, Tertinggal (3T). “Daerah pelosok harusnya menjadi perhatian bagi pemerintah, khususnya terkait pendidikan,” jelasnya, pada Kendari Pos.

Lanjutnya, seperti halnya penerapan sistem UNBK, yang mana siswa dan sekolah terkesan dipaksakan untuk ujian menggunakan komputer. Saat ini, seluruh siswa dan sekolah diminta untuk bersaing dan mendapatkan prestasi serta dituntut untuk mengikuti era rovolusi industri 4.0 yang dicanangkan oleh pemerintah. “Pemerintah boleh saja menetapkan aturan bahwa setiap sekolah harus melaksanakan UNBK, namun harus disertai dengan penyediaan sarana dan prasarana penunjang UNBK,” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Forum Komunikasi Guruku Idolaku (FKGI) Kendari Pos, Asmuddin, M.Pd. Katanya, berdasarkan pantauan yang terjadi di lapangan menunjukan persiapan sarana dan prasarana Computer Basic Test (CBT) dari beberapa sekolah yang ada di Sultra, masih minim komputer. Sehingga sekolah sebagai penyelenggara UNBK harus meminjam laptop dari orang tua siswa, dan guru. “Sekolah dituntut untuk melaksanakan UNBK, meskipun saprasnya tidak memadai, sehingga harus melibatkan orang tua siswa untuk turut membantu suksesnya pelaksanaan UNBK tersebut,” bebernya.

Lanjutnya, program yang dicanangkan oleh pemerintah terkait UNBK ini, sebenaranya layak diapresiasi, karena programnya menuntut siswa untuk bersaing di era digital. Namun pelaksanaan UNBK di beberapa daerah, seperti Sultra tidak dibarengi dengan sarana dan prasarana yang baik, untuk menunjang pelaksanaan UNBK tersebut. “Pemerintah harusnya, mengkaji ulang terkait perogram UNBK ini, agar UNBK ini tidak terkesan dipaksakan,” katanya.

Berdasarkan pantauan Kendari Pos, di beberapa sekolah di Kota Kendari, masih banyak satuan pendidikan yang melakukan peminjaman perangkat komputer, untuk melaksanakan UNBK. Misalnya, SMAN 5 Kendari, jumlah unit komputer yang dibutuhkan sebanyak 122 unit, sedangkan jumlah komputer yang dimilki sekolah hanya 32 unit. Sehingga 90 unit komputer di pinjam dari orang tua siswa.

Selanjutnya di SMAN 1 Kendari, membutuhkan 150 unit komputer, dan jumlah komputer yang dimiliki sekolah 60 unit, sehingga 90 unit komputer dipinjam dari orang tua. Hal yang sama juga terjadi pada SMAS Kartika, yang memiliki 40 unit komputer, dan melakukan peminjaman 70 unit komputer pada orang tua. Hal yang sama juga dilakukan oleh beberapa sekolah yang ada di daerah perkotaan, yakni SMAN 4 Kendari, SMK 1 Kendari, SMP 4 Kendari dan SMP 17 Kendari. UNBK di Sultra yang dihelat April mendatang akan dilaksanakan 91 persen pada jenjang SMA dan 100 persen di jenjang SMK, sedangkan di tingkat SMP se Kota Kendari akan melaksanakan UNBK 100 persen. Termasuk sekolah yang berada di daerah pelosok, yang masih mempunyai fasilitas yang sangat minim. (m3/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy