Pariwara
HEADLINE NEWS

Mantan Bendahara Dikbud Konawe “Bernyanyi” : Dana Miliaran Mengalir ke Sembilan Pejabat

KENDARIPOS.CO.ID — Gunawan, tersangka korupsi dana rutin dan pemeliharaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe tahun 2016, mulai bernyanyi. Mantan Bendahara Dikbud Konawe itu mengungkapkan bila duit Rp 4,2 miliar yang diduga menjadi kerugian negara itu mengalir ke sejumlah pejabat Pemkab Konawe. Sebelumnya, Polres Konawe telah menetapkan tiga tersangka korupsi dana rutin Dikbud Konawe. Mereka adalah Jumrin yang kala itu sebagai Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Konawe, Gunawan (mantan Bendahara Dikbud) dan Ridwan (mantan Sekab Konawe dan Kadis Dikbud).

Kepada Kendari Pos, Gunawan mengungkap bila duit korupsi itu juga mengalir ke sembilan pejabat Pemkab Konawe dengan nilai bervariasi. Namun ia enggan menyebutkan nama-nama orang yang menikmati duit tersebut. “Saat ini saya hanya bisa sampaikan bahwa dana tersebut mengalir ke 9 orang,” ungkapnya saat ditemui di Rutan Kelas II B Unaaha.

Ia berharap, oknum yang telah menerima aliran dana itu ikut bertanggungjawab. Apabila mereka tidak ada itikad baik, maka dirinya akan membeberkan semua saat diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik. “Jadi saya berharap dana itu dikembalikan secepatnya ke Kas Daerah, sebelum saya diperiksa sebagai tersangka,” ancamnya.

Katanya, dana rutin tersebut sebenarnya sudah habis dibagi-bagi sebelum tahun berjalan (2016, red). Ada yang menerima dana tersebut sejak tahun 2014-2015. “Untuk menutupi kejahatan, para tersangka melakukan sistem tambal sulam, gali lubang tutup lubang, untuk menutup kerugian negara setiap tahunnya,” ungkapnya. Gunawan mengaku para Kepala Sekolah sudah cukup membantunya untuk menutupi uang yang ia gunakan. Sebab kala itu ia berjanji akan menggantikan duit itu pada tahun berikutnya. “Tapi 2016 lalu, mereka sudah tidak mau lagi meminjamkan, sehingga dana pemeliharaan itulah yang digunakan untuk menutupi kerugian sebelumnya. Hal ini terbuka dan kami bertiga jadi tersangka,” bebernya.

Sementara itu, Kapolres Konawe, AKBP Muh Nur Akbar, melalui Kasat Reskrim Polres Konawe, IPTU Rachmat Zam Zam, mengatakan, akan mengusut aliran dana korupsi yang diaebut-sebut masuk dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus ini, jika ditemukan cukup bukti untuk itu. (hel/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy