Pariwara
Kolom

CSR Ngeri-ngeri Sedap, Oleh: Prof Hanna

Prof Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Tak pernah terbetik dalam benak saya, seorang akademisi berbasis pendidikan diundang memberikan ujian akademik dalam promosi Doctor Ilmu Hukum di suatu Universitas Ternama di Indonesia. Dalam kapasitas selaku undangan akadmik, memang porsi pertanyaan bisa digeneralisasi berdasarkan kajian keilmuwan saya. Sedangkan, penguji ahli akan memperamasalahkan kajian subtantife keilmuwannya. Dalam ujian terbuka, Dr. Muhammad Dahlan Moga, mengambil tema tentang CSR (Corporate Social Responsilbilty) atau tanggung jawab sosial koorporasi terhadap pembangunan masyarakat.

Dahlan Moga mengutif pendapat Michael Fontaine yang mengutarakan, tujuan CSR mencakup kegiatan koorporasi dan mendorong pengaruh positif melalui kegiatannya terhadap lingkungan, konsumen, karyawan, masyarakat, pemangku kebijakan dan semua pihak lain atas bidang lingkungan. Intinya adalah CSR ini memberikan sebagian keuntungan perseroan kepada masyarakat dan lingkungan, dengan cara pelibatan personal perseroan mengadakan pelatihan khusus dan kegiatan non laba kepada masyarakat sekitarnya.

Dalam kegiatannya, CSR mendorong perusahaan mengembangkan dan melaksanakan kampanye, mengubah perilaku masyarakat. Dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan keselamatan publik, menjaga kelestarian hidup serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam aturannya, program CSR ini melipti cause promotion, cause related marketing, coprporate social marketing, corporate phylantrophy, community voluntring, dan social responsibilities business practice.

Prinsipnya, pelaksanaan CSR oleh perusahaan merupakan kepentingan sosial masyarakat dan lingkungan. Ini sudah diatur dalam UU Dasar 45 pasal 33. Sejauh ini, masih banyak koorporasi belum melaksankan CSR dengan beragam alasan. Ada dua cara dilakukan perusahaan dalam menyalurkan CSR. Pertama, bisa langusng ke masyarakat tanpa campur tangan pemerintah daerah; Kedua, melalui pemerintah daerah. Kedua cara ini memiliki kekuatan hukum sama.

Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan provinsi yang saat ini banyak mengelola tambang. Tidak tertutup kemungkinan, perusahaan itu belum melaksanakan CSR. Namun demikian karena pengelolaanya tidak berjalan dengan baik, sehingga banyak pengelola berurusan dengan hukum. Hal ini disebabkan karena terjadi penyimpangan pengelolaaan dana CSR. Ada dua intrepretasi tentang pelaksanaan CSR yang saat ini masih diperdebatkan praktisi hukum.

Pertama, ada mengatakan CSR yang masuk ke pemerintah daerah menjadi uang negara yang mesti dikelola berdasarkan prinsip pengelolaan dan mekanisme pengunaan uang negara. Apabila CSR masuk ke pemerintah daerah, tidak dikelola berdasarkan mekanisme penggunaan uang negara, maka masalah itu akan masuk ranah pidana. Sehingga, berujung tindak pidana korupsi. Pendapat kedua mengatakan, CSR bukanlah uang negara. Tapi sumbangan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dari korporasi untuk melestarikan lingkungan. Jika terjadi penyelewangan keuangan, maka bisa masuk dalam ranah perdata.

Kondisi ini menjadi pertanyaan saya kepada Promopendus. Langkah-langkah strategis akademik apa yang dilakukan praktisi hukum, agar koorporasi dan pemerintah daerah tidak terjebak dalam proses hukum akibat pemberian CSR. Dalam jawabannya, Muhammad Dahlan Moga mangatakan, pemberian CSR memang dilema. Sebab, ada beberapa cara perlu dilakukan. Antara lain, perlu disusun regulasi hukum tentang panduan CSR yang mereposisikan secara jelas peran pemerintah dan pemerintah daerah dalam penyaluran CSR.

Jika koorporasi tidak dapat melaksanakan sendiri CSR-nya perlu meminta pemerintah, supaya difasilitasi penyalurannya. Demikian juga, pemberian CSR ini seyogyanya dalam bentuk barang bukan uang. Mengantisipasi potensi terjadinya penyalahgunaan dana CSR ini, pemerintah daerah perlu melakukan langkah-langkah strategis. Tak boleh melibatkan diri secara kelembagaan dalam pengelolannya. Harus melalui program inovatif, edukatif dan produktif. Bukan program yang bersifat budgeting. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy