HEADLINE NEWS

4.686 Warga Sultra Terjangkit Tuberkulosis, Muna Tebanyak

KENDARIPOS.CO.ID — Angka penderita tuberkulosis (TB) di Sultra cukup mencengangkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra mencatat warga yang terjangkit TB tahun 2018 berjumlah 4.686 jiwa. Dari jumlah itu, penderita terbanyak berada di Kabupaten Muna sebanyak 698, disusul Kendari 693 dan paling sedikit di Konawe Kepulauan (Konkep) berjumlah 60 (lengkapnya, lihat grafis).

“Dalam upaya pengendalian penyakit menular dan tidak menular masyarakat mesti memiliki gaya hidup sehat sebagai bentuk kesadaran sendiri. Mengecek kondisi kesehatan secara berkala, menghindari asap rokok, rajin melakukan aktifitas fisik, makan dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres,” ungkap Zuhuddin Kasim, Kepala Dinkes Sultra saat rapat kerja teknis (Rakontek) tentang progam prioritas pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) menular maupun penyakit tidak menular (PTM).

Menurutnya, bila P2P menular dan PTM diterapkan maka kondisi kesehatan bisa terkontrol dengan baik. Karena itu, sosialisasi kesehatan harus terus dilakukan demi meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat. Saat ini, kolaborasi kasus TB dan human immunodeficiency virus (HIV) 39 kasus. Penderita terbanyak berada di Kendari berjumlah 10 kasus (lihat grafis).
Adapun TB resisten obat (RO) di Sultra sebanyak 66 pasien. Dari jumlah itu, yang tuntas pengobatannya 18, lost follow up 7 orang, meninggal 12 orang dan masih pengobatan hingga tahun ini 29 orang.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Fidiansjah memaparkan, pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun PTM dapat dilakukan melalui intervensi pada penyakit. Pengendalian dilakukan secara berkala dengan tujuan mengurangi insiden penyakit, durasi penyakit dan akibat risiko penularan, efek infeksi, komplikasi fisik, psikososial, serta beban keuangan bagi masyarakat. Katanya, pencegahan juga terbagi dalam pencegahan primer, sekunder dan tersier. Karena unsur pencegahan bisa dilihat dari aspek manapun. Bukan hanya pada saat orang sehat tapi pada orang sakit juga bisa dilakukan pencegahan sekunder bahkan kalau sudah cacat kita sebut pencegahan tersier. (m2/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy