Pariwara
Metro Kendari

Warga Demo di Bandara Kendari, Melawan Petugas, TNI AU Tembakkan Gas Air Mata

KENDARIPOS.CO.ID — Puluhan orang melakukan aksi demonstrasi di depan area Bandara Haluoleo (HLO) Kendari, Senin (11/2/2019). Masa yang datang dari luar tersebut memaksa masuk ke area bandara. Mereka melakukan unjukrasa membakar ban bekas, membawa drum dan melempari petugas. TNI Angkatan Udara berkoordinasi dengan pihak Perhubungan SAR berupaya menghadang massa aksi agar tak memasuki area bandara. Jumlah massa terlalu banyak, TNI terpaksa menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air ke arah demonstran. Massa aksi unjukrasa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra bersikap netral saat pilcaleg. Masa terus berteriak, membawa kertas protes bertuliskan “KPU Melanggar Aturan”. Saat dihentikan petugas, masa melawan.

Simulasi unjukrasi di Bandara Halu Oleo Kendari.

Aksi unjuk rasa tersebut adalah simulasi guna mengantisipasi konflik Pemilu menjelang Pilpres dan Pilcaleg nanti. Menurut Kepala Kadislog TNI Lanud Haluoleo Kendari, Mayor Kal (Pembekalan), Asri Andi Dalimunthe, simulasi ini dilakukan dengan beberapa adegan. Pertama adegan untuk menghalau masa dan juga mengusir demonstran. Kegiatan simulasi ini dilaksanakan seusai perintah dari Mabes Angkatan Udara yang di turunkan melalui Koopsau II. Tujuannya agar TNI tetap siaga dalam pengamanan pemilu sehingga hajatan demokrasi berjalan dengan baik.

“Kita lakukan ini dalam rangka menjelang Pilpres dan Pilcaleg nanti. Simulasi ini akan terus dilakukan setiap kali akan adanya pemilu,” katanya. Sebelumnya kata dia, pihaknya juga pernah melakukan simulasi sperti ini. Pada prinsipnya TNI AU siap membantu Polri dalam pengamanan Pemilu dengan menyiapkan 150 personel untuk pengamanan nanti. (ade/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy