Pariwara
Edukasi

Distribusi Guru SMA di Sultra Belum Merata

LM SYUHADA RIDZKY/KENDARI POS Aktivitas belajar mengajar di SMAN 1 Kendari, beberapa waktu lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Permasalahan pendidikan di Indonesia adalah lagu lama yang tidak pernah usai. Penyelesaian pemetaan dan pemerataan tenaga pendidik di Indonesia, khususnya di Sultra masih belum memenuhi kebutuhan.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Asrun Lio, M.Pd., Ph.D., mengungkap bahwa jumlah guru SMA/SMK kesediannya masih kurang dan belum merata untuk penempatan. 17 kabupaten/kota di Sultra masih mengalami kekurangan tenaga didik di sekolah-sekolah pelosok/pinggiran. Berdasarkan data Dapodik 2017/2018 tercatat, guru SMA 8282 orang sedang tenaga pendidik di SMK mencapai 4803 guru. Tentu saja jika ditotalkan tenaga pendidik ini, masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan guru SMA di Sultra.

“Memang pemerataan yang menyeluruh belum terealisasi, mengingat keterbatasan guru yang kita miliki sekarang. Pendataan dan penugasan yang kami lakukan berdasarkan kebutuhan setiap sekolah yang mengajukan kebutuhan guru,” jelas Asrun Lio, pekan lalu.

Terkait penyebaran yang belum merata ini, juga ditanggapi Ketua PGRI Sultra, Dr. Abdul Halim Momo, M.Si. Katanya, fokus penyebaran guru hingga saat ini belum merata. Distribusi guru hanya ada di sekolah-sekolah unggul dan perkotaan dibanding sekolah pinggiran.

Halim Momo pun menegaskan harus ada perhatian khusus dan niat yang baik dari guru terkait. Jika banyak yang masuk di sekolah unggulan harusnya ada keseimbangan penyebaran guru di daerah pinggir atau pelosok.

“Lagi-lagi memang harus ada keikhlasan dari guru yang bersangkutan untuk tidak membedakan sekolah unggulan dan pinggiran, karena tujuan utamanya adalah mengajar,” terang salah satu pengajar di FKIP UHO tersebut.

Selama ini, lanjut dia, distribusi guru memang selalu diarahkan di pusat kota. Sementara di daerah pinggiran atau desa yang jauh dari kota, tidak memiliki guru yang kompeten dan bahkan ada di beberapa kabupaten yang kekurangan guru. Berdasarkan data Rekapitulasi Hasil Analisis Kebutuhan/Kekurangan Guru SMA di Sultradari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi, kekurangan dan kebutuhan guru di mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Yaudu Salam Ajo, S.Pi., saat ditemui Senin (22/1) lalu, menuturkan pihaknya prihatin dengan kondisi ini. Mestinya guru yang berkualitas juga bisa ditempatkan di daerah pelosok atau jauh dari kota sehingga siswa pinggiran pun bisa memperoleh pembelajaran setaraf sekolah di perkotaan.

“Harusnya mereka bisa menepati sumpah mereka untuk bersedia di tempatkan di seluruh pelosok sekolah yang ada di Indonesia. Ini memang sulit karena ada kebijakan pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Kami dari komisi IV akan terus melaksanakan fungsinya untuk mendorong pemerintahan dengan baik, supaya sistem pengelolaan pendidikan di Sulawesi Tenggara benar-benar lebih optimal,” tutup anggota DPRD Sultra tiga periode ini. (m6/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy