Pariwara
Buton Utara

Setahun Butuh Rp 23 Miliar Bayar Honor, Sekab Butur : Stop Tambah Tenaga Honorer

Muh. Yasin

KENDARIPOS.CO.ID — Ratusan tenaga honorer mengabdi di lingkup pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur). Biaya dikeluarkan Pemkab Butur untuk membayarkan honor pegawai non PNS itu cukup besar. Dalam setahun menyedot anggaran hinga Rp 23 miliar.

Tingginya anggaran untuk honor itu tidak berbanding lurus dengan disiplin dan peningkatan kinerja honorer. Buktinya, masih banyak ditemukan tenaga kontrak yang malas berkantor. Pemkab Butur pun melakukan lagnkah evaluasi. Organisasi perangkat daerah (OPD) Butur dilarang menambah tenaga honorer atau kontrak.

“Biaya dikeluarkan untuk membayar gaji tenaga honorer sekira Rp 23 miliar dalam setahun. Ini cukup membebani APBD. Olehnya itu, OPD dilarang menambah tenaga honorer,” ujar Sekretaris Kabupaten Buton Utara, Muh Yasin, Senin (28/1).

Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Butur itu mengungkapkan pegawai honorer saat ini sudah menumpuk. Jumlahnya mencapai ratusan orang. Sayangnya, dalam menjalankan tugas masih banyak yang malas berkantor.

Yasin menegaskan, pentingnya kedisiplinan dilakukan secara berkelanjutan. Nah, bagi pegawai non ASN berprestasi akan diberikan penghargaan. Syaratnya, harus rajin menjalankan tugas, loyal dan punya kemampuan. “Juga berlaku pegawai perjanjian kontrak yang rajin akan terus dipertahankan. Bahkan, bakal diberikan insentif yang cukup,” janjinya. (had/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy