Mesin Rusak, Defisit Listrik di Kolut, Pemadaman Bergilir hingga Februari – Kendari Pos
Kolaka Utara

Mesin Rusak, Defisit Listrik di Kolut, Pemadaman Bergilir hingga Februari

Perbaikan salah satu unit mesin PLTD Lanipa-nipa oleh teknisi PLN Rayon Kolut. Akibat kerusakan mesin itu,listrik di Kolut kini mengalami defisit. Foto: Rusli/Kendri Pos


KENDARIPOS.CO.ID — Kenyamanan warga Kolaka Utara (Kolut) menikmati sinetron idola untuk sementara terganggu. Jangan kaget, jika sedang asyik menonton lalu tiba-tiba listrik padam tanpa pemberitahuan dari PLN. Pemadaman bergilir yang sebelumnya sudah terjadwal, bakal melenceng karena Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) rusak
sehingga memicu defisit sampai 2,5 megawatt (MW).

Plt.Manager Unit Layanan Pengadaan (ULP) PLN Rayon Kolut, Subhan Amir merinci, sparepart mesin di PLTD Lanipa-nipa mengalami kerusakan. Selain itu, beberapa unit mesin berstatus sewa berhenti beroperasi karena masa kontraknya berakhir per 31 Desember 2018. “Soal tidak berlanjutnya kontrak sewa mesin itu bukan domain kami menjelaskan. Tapi domain PLN Persero UP3 Kendari,” ujar Subhan saat ditemui Kendari Pos, Selasa (15/1).

Berakhirnya masa kontrak mesin tersebut telah memangkas 500 KW. Jika ditambah dengan tiga unit mesin yang ikut lumpuh tersebut maka total daya yang hilang menjadi 2,5 MW. Akibatnya, pemadaman listrik yang biasanya satu dalam sehari, maka nantinya bisa lebih dari sekali. Efek lainnya jaringan susut dan berdampak pada distribusi serta nonteknis. “Kami akui di sisi pelayanan saat ini sangat buruk karena juga berimbas ke proses bisnis PLN,” ungkap Sbuhan Amir.

Sudah tiga hari ini, staf Subhan sedang memperbaiki mesin tiga. Sparepart mesin pertama dimungkinkan sudah tiba kemarin dari Pulau Jawa dan dipastikan hari ini sudah bisa masuk sistem. “Kalau mesin kedua, sparepartnya sedang diadakan di Kendari. Listrik menyala normal, kami prediksi sekitar akhir Februari atau awal Maret, semua mesin sudah aktif,” jelas Subhan.

Secara umum, kebutuhan daya listrik Kolut masih sangat besar karena banyak desa belum tersentuh listrik. Untuk pertumbuhan beban alami hanya lima hingga tujuh persen. Tahun ini diproyeksikan bertambah sekira 20 hingga 30 persen. Sebab, masih ada pembangunan listrik desa yang sedang berlanjut. Untuk ULP PLN Rayon Kolut, tren kenaikan beban maksimal pertumbuhan alami antara 10-15 persen. Jika berpatokan dari dasar angka tersebut, paling besar hanya satu megawatt. (rus/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy