Butur Segera Ekspor Hasil Pertanian Organik, Tinggal Tunggu Sertifikat Internasional – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Butur Segera Ekspor Hasil Pertanian Organik, Tinggal Tunggu Sertifikat Internasional

Bupati Butur, Abu Hasan (tengah, baju putih) foto bersama Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin (keempat dari kanan), Direktur La Ode Diada Nebansi (keenam dari kanan) beserta jajaran manajemen usai berdiskusi di Graha Pena Kendari Pos, kemarin (14/1). Foto: LM Syuhada Ridzky/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Pertanian organik Buton Utara (Butur) kini semakin dikenal dunia. Faktanya, Butur satu-satunya daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) terdaftar sebagai anggota organisasi pangan dunia yang berkedudukan di Jerman. Tak hanya itu, beras meras yang menjadi salah satu produk andalan sudah diminati beberapa negara lain. Salah satunya, Australia.

Hanya saja, Pemkab Butur belum bisa lakukan ekspor. Sebab, belum memiliki sertifikat internasional. Hal itu disampaikan Bupati Buton Utara, Abu Hasan saat berbincang dengan Direktur Utama Kendari Pos, Irwan Zainuddin beserta jajaran di Graha Pena Kendari Pos, kemarin (14/1). “Australia sudah menyatakan berminat (konsumsi beras merah Butur). Hanya kendalanya, kami belum memiliki sertifikat internasional,” ungkap Abu Hasan.

Kendati begitu, mantan Karo Humas Pemprov Sultra mengaku lega. Sebab, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sudah berjanji untuk membantu urus sertifikat internasional tersebut. Termasuk biayanya juga akan disupport. “Kami berharap, semoga secepatnya sertifikat tersebut keluar. Kalau sudah ada, maka ekspor bisa dilakukan. Itu artinya, kesejahteraan petani Butur akan meningkat,” optimisnya.

Abu Hasan optimis, beras merah hasil pertanian organik Butur akan banyak diminati. Sebab, kecenderungan masyarakat dunia saat ini lebih memilih yang alami. “Persoalan pangan sekarang sangat sensitif. Makanya, mereka akan pilih yang organik. Tentu ini peluang bisnis yang bagus,” terangnya. Saat ini, lanjut dia, Butur baru memiliki sertifikat nasional. Sehingga, tidak ada kendala lagi kalau ada yang mau dikirim ke luar daerah.

Di tingkat nasional, pamor pertanian organik Butur semakin dikenal. Menteri Pertanian dan Menteri Desa secara terang-terangan memberikan dukungan terhadap pengembangannya. Termasuk support terhadap petani. Berkat terobosan cerdasnya ini, Abu Hasan sudah beberapa kali mendapat penghargaan dari pemerintah. Khusus dalam skala lokal Sultra, Abu Hasan beberapa kali diundang (hingga) saat ini untuk memberikan kuliah umum. Misalnya di UHO, Muhammadiyah, dan lainnya. “Saya sekarang sering diundang kemana-mana untuk memberikan kuliah umum maupun seminar internasional tentang pertanian organik,” jelasnya.

Malah dari tetangga provinsi, Sulsel, Abu Hasan mengaku pernah didatangi tim dari Prof Nurdin Abdullah (Gubernur Sulsel) untuk sharing informasi tentang Pertanian Organik Butur. “Mereka juga tertarik. Semoga ini langkah maju untuk pertanian Butur agar lebih dikenal lagi,” harapnya.

Lebih jauh Abu Hasan menjelaskan, membangun daerah tidak mesti hanya infrastruktur saja. Tapi, bisa melalui sektor pertanian. Kebetulan Butur sangat potensial dengan sektor pertanian dan perikanan, sehingga itu yang dikembangkan. “Dulu di Butur banyak lahan tidur. Masyarakat tidak tahu mau digunakan untuk apa. Makanya, setelah saya jadi bupati, saya olah semua jadi lahan pertanian organik,” terangnya.

Lalu bagaimana cara memotivasi masyarakat supaya tertarik? Disinilah kecerdasan Abu Hasan. Dia berikan subsidi. Bukan hanya lahan, dan bibit tapi juga hasilnya. Khusus beras merah, dia wajibkan seluruh pimpinan SKPD untuk konsumsi beras tersebut. “Beras merah itu harganya mahal. Bisa sampai Rp 30 ribu per liter,” ujarnya.

Menghindari ada perkulakan, lanjut dia, pemda lakukan intervensi. Harga pasar diatur sehingga masyarakat tidak ragu lagi untuk bercocok tanam. “Saya percaya, sektor pertanian bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya. Meski fokus pertanian, Abu Hasan memastikan tetap juga mengurus sektor infrastruktur, hingga pariwisata. “Banyak lokasi wisata yang saat ini kami kembangkan. Saya undang, sahabat-sahabat dari Kendari Pos untuk hadir langsung di sana,” ajaknya.

Selain, itu masih banyak hal yang disampaikan Abu Hasan. Pada intinya, dia punya komitmen besar membangun Butur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hanya saja, untuk mewujudkan semua itu, butuh dukungan semua kalangan. Salah satunya media. “Tanpa publikasi media, masyarakat hanya segelintir orang yang tahu kerja kita. Dengan adanya media, tak hanya masyarakat Butur, tapi seluruh Sultra yang tahu,” imbuhnya.

Jelang tiga tahun memimpin Buton Utara, Abu Hasan telah banyak meraih penghargaan atas keberhasilanya membangun Buton Utara. Di antaranya penghargaan dari Kementerian Pertanian dan KemDes sebagai pengelola BumDes terbaik di Sultra, dan Juara satu pameran produk unggulan daerah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian. (had/ing)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy