BPBD Baubau Petakan Wilayah Rawan Bencana – Kendari Pos
Bau-bau

BPBD Baubau Petakan Wilayah Rawan Bencana

La Ode Muslimin Hibali

KENDARIPOS.CO.ID — Cuaca buruk melanda wilayah Kota Baubau. Wilayah perairan diterpa gelombang tinggi. Bagian daratan tidak luput dari terpaan angin kencang dan hujan deras. Fenomena alam itu mengakibatkan wilayah Kota Baubau berada dalam intaian bencana.

Pemkot Baubau mulai melakukan langkah antisipasi terhadap segala kemungkinan terjadi. Salah satunya dengan memetakan titik wilayah rawan bencana. Baik bencana banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang. Pemetaan itu sebagai peringatan agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan.

“Beberapa wilayah yang kerap dilanda banjir terjadi di Kelurahan Liabuku dan Kelurahan Kadolo Katapi. Dua wilayah itu kerap dilanda banjir parah dan berdampak di wilayah sekitarnya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau, Muslimin Hibali di ruang kerjanya, Senin (28/1).

Potensi banjir di Kelurahan Liabuku, dipicu bendungan Wonco sudah tidak mampu lagi menampung debit air dari wilayah Kampenaho. Sehingga jika terjadi hujan dalam waktu lama, maka air akan meluap dan mengakibatkan banjir. Dua kelurahan tetangganya yaitu, Waliabuku dan Kantalai juga ikut terendam. “Tiga kelurahan itu memang selalu menjadi sasaran banjir. Tiga kelurahan itu merupakan wilayah persawahan dengan luas sekitar 200 hektare,” terang Muslimin Hibali.

Kelurahan Kadolo Katapi selalu menjadi langganan bajir. Lingkungan satu dan dua selalu ikut terendam jika hujan terjadi dalam waktu lama. “Setiap musim penghujan wilayah ini selalu banjir. Dan saat ini semakin parah. Banjir sudah sampai menggenangi jalan raya. Penyebab semua itu karena hutan sudah gundul sehingga kehilangan fungsinya. Makanya meskipun hanya hujan satu jam, banjir akan terjadi,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Catatan Sipil Kota Baubau itu.

BPBD Kota Baubau memetakan wilayah dalam kota yang kerap dilanda genangan air. Sebut saja, di kawasan SMA 2 Baubau, tugu kirab, Jalan Sapati Manjawari, Lorong Pemadam dan Lorong Lamanaga. “Pemerintah sudah lakukan pengalian sumur resapan, tetapi karena debit air besar, sehingga lambat surut,” jelas Muslimin.

BPBD mengingatkan agar masyarakat mewaspadai tanah longsor dan phon tumbang. Khususnya bagi pengguna jalan yang melalui poros Baubau menuju Kabupaten Buton. Banyak pohon rapuh dan rentan tumbang diterpa angin. “Pengguna jalan harus berhati-hati melewati jalur di Kecamatan Kokalukuna. Struktur tanahnya labil sehingga kerap terjadi tanah longsor dan pohon tumbang,” pungkas Muslimin. (ahi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

To Top