Pariwara
Kolom

Salah Siapa ?, Oleh : Irwan Zainuddin

Irwan Zainuddin

KENDARIPOS.CO.ID — Proses seleksi calon Aparatur Sipil Negara (ASN) masih berlangsung. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sudah tuntas pekan kemarin. Banyak yang menaruh harapan bisa lolos. Dapat SK. Tercatat sebagai ASN. Kuota yang disiapkan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota terlihat cukup besar. Artinya, pemerintah daerah butuh banyak orang hebat mengisi kebutuhan pegawai tersebut. Tapi kok sepertinya hanya sedikit yang berminat yach? Sangat terbatas yang sungguh-sungguh ikut seleksi. Dari 150 kuota yang disiapkan misalnya, hanya 20 orang yang benar-benar serius ikut seleksi.

Oh, peminat banyak ji. Ribuan orang per kabupaten/kota. Untuk Sulawesi Tenggara, ada 40 ribuan orang lolos registrasi saat pendaftaran. Tapi berguguran ki saat Seleksi Kompetensi Dasar alias SKD. Hanya rata-rata 1 persen dari jumlah peminat tiap kabupaten/kota yang bisa capai skor sesuai ambang batas. Bahasa kerennya passing grade. Padahal yang ikut seleksi ini ribuan orang. Punya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas tiga koma. Artinya, secara akademik, kualitasnya bagus. IPK tiga koma. Kenapa hanya puluhan yang lulus SKD? Ini salah siapa? Lembaga pendidikan yang salah atau kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)nya yang rendah? Atau naskah ujian (soal) yang sulit? Atau mungkin target lulus terlalu tinggi? Fenomena ini harus didudukkan bersama untuk mencari penyebabnya dan bagaimana solusinya kedepan.

Mungkin sangat banyak yang ingin jadi ASN, tapi hanya sedikit yang sungguh-sungguh mempersiapkan diri supaya bisa lolos. Ini era now. Kalau mau lolos, harus belajar dan mempersiapkan diri to. Jadi mungkin memang tidak banyak yang mau jadi ASN karena kemampuannya sendiri. Dan masih banyak juga kali yang mau lolos mengandalkan dekkeng. Sogokan. Dia cari siapa mi kira-kira yang bisa jadi dekkengnya. Masih mental lama ki. Belum mental ZAMAN NOW.

Eranya digitalisasi, bukan lagi era dekkengnisasi. Bukan era sogoknisasi. Kalau mau lolos, belajar ki. Siapkan ki diri ta dengan baik. Jangan mi susah-susah cari dekkeng. Lebih bagus kalau repot ki belajar supaya bisa ki lulus. Siapa yang tanggung jawab dan siapa mi yang mau disalahkan, karena rendahnya peserta yang memenuhi passing grade? Apa orangnya atau tempatnya belajar? Susah soalnya atau memang tidak tahu ujian dengan cara online? Tidak tahu mi siapa mau disalahkan belaeee….

Tapi yang lebih salah ki lagi kalau ada bupati atau wali kota yang meminta passing grade diturunkan. Kalau sedikit ji yang lolos, biar mi. Itu mi saja. Kalau hanya 20 orang lolos SKD, itu mi saja yang ikut SKB (Seleksi Kompetensi Bidang). Kalau tidak ada yang lulus sampai akhir seleksi, biar tong mi. Jangan mi dipaksakan lulus jadi ASN. Kalau mau ki lulus dan jadi Aparat Sipil Negara yang berkualitas, maka belajar dengan baik. Jangan ki lagi mau pake dekkeng. Jangan ki mau massogok. Jangan juga ki salahkan ki pengguran tinggi ta. Karena dengan sistem sekarang, peserta seleksi diharapkan bisa lulus murni atas kemampuannya sendiri. Selamat bagi yang sudah lolos tahap pertama. Persiapkan diri untuk tahap berikutnya. Catatan penting untuk dunia pendidikan: Ini salah siapa? Kok banyak lulusan tidak bisa mencapai passing grade pada Seleksi Kemampuan Dasar? (*)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778