Pariwara
Muna

2019 Benahi Irigasi, Bupati Muna : Kita Target Swasembada Beras

LM Rusman Emba

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Muna LM. Rusman Emba sudah punya mimpi besar dalam mengembangkan otoritanya. Tak saja infrastruktur, sektor pangan juga jadi perhatian serius. Dalam masa pemerintahannya, Rusman menargetkan kebutuhan beras masyarakat bisa dipenuhi secara mandiri. “Kami target swasembada beras, paling tidak periode pertama ini. Tahun 2019 kami sudah akan mulai dengan menata saluran irigasi pada beberapa lokasi potensial persawahan,” katanya, Rabu (28/11).

Tantangan paling krusial Muna saat ini memang soal kemandirian pangan jenis beras. Dinas Tanaman Pangan, Holtikulutra dan Perkebunan setempat mencatat sekitar 215 ribu penduduk Muna mengonsumsi 117 kilogram beras per tahun, tiap orang. Masalahnya, pasokan beras itu terpaksa bergantung dari daerah lain. Ketergantungan impor itu cukup ironi jika merujuk pada potensi lahan yang bisa dikelola. Data instansi teknis tersebut menggambarkan, 16.000 hektare lahan potensial di Muna sebenarnya bisa diolah menjadi sawah dengan produksi paling minimal 50 ribu ton tiap tahun atau dua kali lipat jumlah konsumsi lokal.

“Kalau maksimal, setengahnya masih bisa diekspor, kan,” kata Anwar Agigi, Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Muna, kemarin. Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang itu menjelaskan, lahan potensial tersebut memang baru sekitar 2.000 hektare yang berwujud sawah atau 15 persen dari total lahan. Itu pun baru 800 hektare yang difungsikan. Produksi beras lokal juga masih di bawah 1.000 ton per tahun. “Setelah kami konsolidasi, letak kendalanya di saluran irigasi,” paparnya.

Anwar melanjutkan, penataan irigasi baru akan dimulai 2019 mendatang. Letaknya antara lain saluran irigasi Lakandito, Labulu-bulu, Bahutara dan Kabangka. Penataan itu merupakan optimalisasi fungsi jaringan lama. “Bukan bangun baru. Irigasi yang sudah ada, dioptimalkan,” paparnya.
Jika rencana itu mulus, Anwar menghitung 2.000 hektare sawah sudah bisa dialiri. Dengan begitu, produksi beras lokal 2019 bisa ditarget sekitar lima ribu ton ke atas. “Kalau mau swasembada, minimal punya lahan 5.200 hektare,” paparnya. Meski demikian, Anwar menguatkan pernyataan Bupati Muna LM. Rusman Emba, target swasembada beras sangat mungkin tercapai. Asal potensi lahan dan teknik pertanian dikelola secara modern. “Kalkulasi kami swasembada bisa dalam waktu tiga tahun mendatang,” pungkasnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy