Pariwara
Kolom

Mahatir Mohamad: Looking East, Oleh: Prof Hanna

KENDARIPOS.CO.ID — Minggu lalu, saya menemani sahabat dari Institut Aminuddin Baki Malyasi. Institut ini diberikan amanah Pemerintah Malaysia melakukan pelatihan calon kepala sekolah dan calon-calon pejabat di Kementerian Pendidikan Malaysia. Mereka melakukan kunjungan kerja, melihat dari dekat pendidikan di Kabupaten Enrekang. Serta beberapa instansi pendidikan lainnya di Sulawesi Selatan (Sulsel). Seperti LPMP dan Dinas Pendidikan Sulsel.

Kunjungan mereka membuahkan hasil signifikan. Di Enrekang misalnya, mereka menemukan adanya kemampuan guru untuk mengubah paradigma murid tentang kejujuran, pemanfaatan limbah, dan pentingnya ilmu pengetahuan. Serta perubahan paradigma guru untuk melaksanakan proses belajar mengajar sesuai kompetensinya. Mengedapankan keikhlasan. Guru bukanlah pencari uang, tapi pemberi ilmu.

Setiap memasuki sekolah atau kantor, mereka selalu memperkenalkan dan menyampaikan salam hormat dari Dr. Mahathir Mohamad. Dia adalah perdana menteri Malaysia. Banyak orang menjulukinya “The Energic of Asean”. Sebagian lain menjulukinya “The Power of Asean”.

Hal ini sangat mendasar. Karena Mahathir bin Mohamad merupakan politikus Malaysia. Dia menjabat Perdana Menteri Malaysia ke-4 dan ke-7 setelah pemilihan umum 2018. Ia merupakan anggota Parlemen Malaysia. Mewakili Langkawi di Kedah. Dia lahir 10 Juli 1925 dan saat ini memasuki usia ke-93 tahun. Kendati begitu, dia masih energik, masih powerfull, dan masih idealis. Karakternya menggambarkan Melayu yang tegas dan visioner.

Dia pernah mengkritik Presiden Amerika Serikat secara terbuka disela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Kota New York, Amerika Serikat. Mahathir meminta Trump untuk konsisten dengan kebijakannya. Termasuk terhadap negara-negara di Asia. Kritikan itu membuat banyak orang menyebutnya “The Power of Asia”. Sebab, dia mampu memberikan warna kepada pemimpin negara Asia untuk mengubah pola pikir dalam memperjuangkan etika dan moral.

Tahun 70-an, pemerintah Malaysia meminta guru-guru dari Indonesia untuk mengajar. Namun saat ini, situasinya berubah. Malaysia semakin maju, baik dari aspek sains maupun teknologi. Menjadi pertanyan saya, apa yang membuat negara itu maju? Setelah saya membaca buku Memories of Tun Dr. Mahathir Mohamad, a Doctor in the House baru dapat pencerahan. Ternyata, pemikiran Mahathir tentang Asia sangat comprehensive. Dalam buku itu, ia memberikan topik khusus tentang dunia timur dengan judul: Looking East Policy”. Setelah topik itu saya baca dan mengambil Inti pembahasannya, ternyata mengandung nilai sebagaimana interpretasi saya: The values look east policy helping to improve the quality life at Asean member”.

Kebijakan Look East diperkenalkan setelah Mahathir menjadi perdana menteri keempat taun 1981. Itu untuk mendorong warga Malaysia mengadopsi etika kerja Jepang. Banyak pemikir dan tokoh yang tidak sependapat dengan Looking east policy ini. Namun, akhirnya mereka menyadari.

Masih kaitannya dengan Looking East pemikiran Mahathir. Melihat cara pandang membangun harus berdasarkan pendekatan psikologi. Hal ini sebagaimana pernah dikemukakan Bung Karno tentang revolusi mental. Berupa membangun jiwa merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan. Tidak bisa dipungkiri, dalam masyarakat modern kedudukan dan peranan etika sangat penting.

Prinsipnya, pemikiran Mahathir dalam memajukan Malaysia didasarkan pada pendekatan mental ketimuran, bukan kebarat-baratan. Kesadaran pemerintah terhadap pola pikir Mahathir perlu menjadi salah satu acuan dalam membangun bangsa khusunya di Sulawesi Tenggara (Sultra). Jika membangun dengan konsep Looking East policy ini, maka Sultra akan semakin maju. (*)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778