Pariwara
Wakatobi

TPAS di Wakatobi Diresmikan, Reduksi Pencemaran Lingkungan, Bupati Support Program Kemen-PUPR

PPK Proyek TPAS di Wakatobi, Aswad Mukmin (kedua dari kanan) menyerahkan secara simbolis pengelolaan TPA kepada Bupati Wakatobi, Arhawi (kedua kiri) didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wakatobi Jaemuna (kiri).

KENDARIPOS.CO.ID — Wakatobi kini punya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS). Lokasinya di Desa Komala, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan. Sudah diresmikan, Sabtu (13/10/2018). Sehingga sudah bisa digunakan dan masyarakat maupun pemerintah tak perlu khawatir lagi dengan masalah pencemaran lingkungan yang ditimbulkan sampah. Hadirnya TPAS ini merupakan bauh kerja Kementerian Direktoral Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Program ini sudah dimulai 2015 lalu dan akhir pekan lalu diresmikan sekaligus serah terima aset secara simbolis dengan Pemkab Wakatobi. Dalam hal ini diterima langsung Bupati Wakatobi, Arhawi.

Pasangan Ilmiati Daud ini menegaskan, sangat mendukung (support) dan menyambut baik keberadaan TPAS tersebut. Dirinya berjanji memaksimalkan pengelolaannya. “Kami sangat menerima baik hal ini. Untuk pengelolaannya kami siap. Apa-apa yang masih kurang nanti dikoordinasikan. Sehingga bisa dilengkapi asal sesuai prosedur,” kata Arhawi yang dalam kesempatan itu didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekab) Wakatobi, Muh Ilyas Abibu .

Kendati telah diresmikan, namun TPA ini masih membutuhkan lahan sekira dua hektar. Sebab, untuk satu sistem atau kawasan TPA memerlukan lahan seluas lima hektar. Dan lokasi TPA yang telah dibangun ini masih kekurangan lahan seluas dua hektar. Arhawi mengaku akan berusaha maksimal memenuhi kekurangan itu. “Kami berupaya melakukan pembebasan lahan seperti yang dibutuhkan sehingga kawasan TPA semakin optimal,” ujarnya.

Pembangunan TPA yang diketahui telah memakan waktu hampir empat tahun ini siap dimanfaatkan. “Pastinya kita support. Kita juga akan memaksimalkan pengelolaan dan pemanfaatan TPAS ini. Hari ini kita tinjau langsung ternyata masih membutuhkan lahan sekira dua hektar lagi. Maka kita siap lakukan pembebasan lahan. Untuk tekhnisnya kita akan lengkapi satu persatu secara bertahap,” terangnya.

Sementara itu, PPK Proyek TPAS, Aswad Mukmin mengatakan, pembangunan TPA sampah merupakan kegiatan dari Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman Direktoral Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). “Dibangun sejak 2015, lalu dioptimalisasi pada 2016 dan dilanjutkan tahun 2017 hingga tahun 2018,” ucapnya. Kata dia, dengan dibangunannya TPAS, maka bisa mereduksi pencemaran lingkungan. Tahun ini sudah bisa digunakan sebagaimana mestinya. Hanya perlu diingat, masih ada beberapa kekurangan yang perlu dilengkapi. “Kita harapkan, sampah yang dikelola bisa bernilai ekonomis nantinya. Sehingga bermanfaat untuk masyarakat wakatobi,” harapnya. (b/thy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy