Pariwara
Kolaka Utara

Oknum Mengaku Wartawan di Kolut, Berkeliaran Minta Duit

Ramang

KENDARIPOS.CO.ID — Memalukan. Bermodal kartu identitas dan mengaku wartawan, sejumlah oknum berkeliling di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), meminta uang pada para pejabat. Di wilayah tersebut, aksi-aksi itu seolah bukan lagi menjadi hal tabu. Para oknum tersebut mendatangi sejumlah pejabat pemerintahan, kepala desa (Kades) hingga kepala sekolah (kasek).

Beberapa hari ini, sejumlah kepala dinas di Pemkab Kolut, mengeluhkan kondisi tersebut. Pasalnya, oknum wartawan yang menemui mereka, tidak meninggalkan pertemuan dan menutup pembicaraan tanpa meminta duit. Dirut RS Djafar Harun, dr. Syarif Nur, misalnya. Ia didatangi tiga orang mengaku wartawan media mingguan dari Sulawesi Selatan dan meminta sejumlah uang.

“Padahal setahu saya, ada beberapa rekan wartawan yang bertugas melakukan peliputan di Kolut, usai melakukan wawancara, tidak pernah meminta uang,” gusarnya, Jumat (14/9). Iapun lalu mengadu ke Kabag Humas dan Protokoler Setkab Kolut, Ramang. “Jika jurnalis yang lain mau ketemu hanya untuk wawancara, ini dia (oknum) kesannya minta uang alasan pembeli bensin sebelum tinggalkan ruangan,” ujar Syarif seperti dikutip Ramang.

Diakui, bukan hanya Direktur RS Djafar Harun saja ia menerima laporan serupa. Diduga oknum yang sama berkeliling OPD melakukan tindakan meminta-minta uang juga. Bahkan, yang terbanyak info ia terima dari pihak Kades karena mengelola dana desa dan Kasek dengan dana BOS-nya. “Saya imbau kalau ada semacam ini langsung-langsung minta uang, tolak saja. Karena saya percaya dan tahu wartawan kerjanya seperti apa. Jurnalis itu pantang meminta-minta begitu,” tegasnya.

Ia menekankan pada jajaran Pemkab Kolut agar tidak mudah mempercayai oknum mengaku-ngaku wartawan. Sebab banyak yang seperti demikian, berkeliaran di Kolut dengan modal id card. Ramang bahkan menyindir jika oknum demikian wawancara bisa sampai satu jam bukan untuk bahan berita tetapi menunggu waktu tepat meminta duit.

“Syukur kalau memang dia buat beritanya dan benar terbit. Lebih banyak minta ketemu wawancara dari pada beritanya. Karena tujuannya ketemu memang bukan untuk berita, tetapi uang. Sepuluh orang didatangi, kan lumayan duitnya kalau dikasih. Jadi kerjanya itu keliling-keliling saja dari satu tempat ke tempat lain. Tapi merasa lebih wartawan dibanding wartawan sesungguhnya,” sindirnya. (b/rus)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3743