Pariwara
Nasional

Putuskan Nasib Caleg Eks Koruptor, MA Butuh Waktu 30 Hari

Ilustrasi Caleg Koruptor

KENDARIPOS.CO.ID — Mahkamah Agung (MA) telah membentuk majelis hakim untuk memutus gugatan uji materi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 20/2018 tentang larangan mantan napi koruptor maju sebagai calon legislatif (caleg). “Ya sudah dibentuk, kita tinggal tunggu saja bagaimana keputusan majelis yang bersangkutan,” kata Juru Bicara MA Suhadi saat dihubungi, Selasa (11/9/2018). Menurut Suhadi, majelis hakim yang memutus PKPU 20/2018 dibentuk dari kamar tata usaha negara. Nanti mereka menilai apakah mantan koruptor tetap tidak diperbolehkan menjadi caleg pada Pemilu 2019. “Itu kewenangan majelis untuk membahasnya,” ujarnya.

Kendati demikian, MA akan memutus selambat-lambatnya 30 hari sesudah dibentuknya tim majelis hakim. “Paling lambat 30 hari setelah terbentuknya majelis. Sebelumnya, MA telah menerima sejumlah laporan dari eks narapidana korupsi yang menggugat PKPU setelah diresmikan oleh Kemenkumham. PKPU itu digugat oleh enam orang mantan narapidana korupsi ke MA, antara lain Wa Ode Nurhayati (kasus korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah), lalu Sarjan Tahir (kasus korupsi alih fungsi hutan Banyuasin, Sumatera Selatan). Kemudian Darmawati Dareho (korupsi pembangunan dermaga di kawasan Indonesia Timur), juga Patrice Rio Capella (kasus suap Gubernur Sumatra Utara), Al Amin Nur Nasution (kasus korupsi alih fungsi lahan dan peralatan Departemen Kehutanan) dan Muhammad Taufuk (kasus korupsi di KPUD DKI Jakarta).

Bahkan para mantan napi koruptor itu pun mengambil langkah lain untuk menentukan nasibnya. Seperti M. Taufik melakukan gugatan ke Bawaslu dan akhirnya lolos sebagai peserta caleg. Namun keputusan Bawaslu masih tertahan hingga menunggu putusan MA. Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis data calon anggota legislatif (caleg) mantan narapidana korupsi yang diloloskan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dari 38 nama, caleg berasal dari Partai Gerindra menempati urutan teratas. Tercatat ada enam caleg dari Partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut yang diloloskan Bawaslu, setelah sebelumnya dicoret oleh KPU. Rinciannya, tiga caleg untuk DPRD Provinsi dan tiga caleg untuk DPRD Kabupaten/Kota.

Kemudian, Partai Hanura dengan jumlah mantan napi korupsi yang diloloskan lima orang. Rinciannya, tiga caleg untuk DPRD Provinsi dan dua caleg untuk DPRD Kabupaten/Kota. Urutan ketiga ditempati masing-masing Partai Golkar, Partai Berkarya, PAN dan Partai Demokrat. Jumlah caleg mantan napi koruptor yang diloloskan empat orang untuk DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Urutan berikutnya, Partai NasDem, Partai Garuda, Perindo dan PKPI. Masing-masing ada dua caleg yang pengaduannya dikabulkan oleh Bawaslu untuk DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Selanjutnya terdapat PDIP, PKS dan PBB. Masing-masing terdapat satu caleg mantan napi korupsi yang diloloskan Bawaslu untuk DPRD Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Tercatat hanya tiga parpol peserta Pemilu 2019 yang diketahui tak mengajukan mantan narapidana korupsi sebagai caleg untuk DPRD Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Masing-masing PKB, PPP dan PSI. Saat ditanya sikap KPU, apakah akan menjalankan keputusan Bawaslu tersebut, Komisioner Ilham Saputra menyatakan pihaknya masih menunggu putusan dari Mahkamah Agung. “Sampai dengan Peraturan KPU (yang melarang mantan narapidana korupsi maju sebagai caleg) dinyatakan tidak sesuai dengan perundang-undangan, baru kami (menjalankan perintah Bawaslu),” ujar Ilham di Jakarta, Selasa (11/9). Ilham mengklaim, kebijakan membatasi mantan napi korupsi maju sebagai caleg merupakan terobosan hukum yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu. (rdw/jpc)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778