Pariwara
Nasional

Atlet Sultra Turut Harumkan Bangsa

KENDARIPOS.CO.ID — Perhelatan Asian Games resmi ditutup, tadi malam (2/9). Indonesia berhasil menduduki posisi empat dengan 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu atau total 98 medali. Atlet asal Sulawesi Tenggara (Sultra) ikut berkontribusi terhadap perolehan medali tersebut. Tercatat, ada sembilan medali yang disumbangkan atlet asal Sultra. Rinciannya, dua medali emas, dua perak dan selebihnya medali perunggu. Medali tersebut diperoleh dari cabang olahraga (Cabor) Dayung dan Sepak Takraw. Detailnya lihat grafis.

Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, atlet Sultra turun mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional. Berkat prestasi yang mereka raih, kini Indonesia makin diperhitungkan, khususnya di bidang olahraga. “Prestasi yang diraih patut diapresiasi. Mereka telah membuat bangga masyarakat Sultra dan Indonesia,” kata Teguh Setyabudi. Kepala BPSDM Kemendagri ini menambahkan, Pemerintah provinsi (Pemprov) melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sultra harus memberikan reward (penghargaan) kepada atlet Sultra yang berhasil meraih prestasi. “Kita akan memberikan reward melalui KONI. Seperti reward-nya, nanti dibicarakan,” jelasnya.

Setelah berakhirnya pagelaran Asian Games 2018, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengeluarkan radiogram kepada gubernur, bupati dan wali kota untuk menyambut kepulangan atlet di daerah masing-masing. Dalam radiogramnya, Mendagri Tjahjo Kumolo meminta kepada kepala daerah untuk menyambut kedatangan atlet dengan menggunakan mobil terbuka kemudian diarak keliling kota. “Kami sudah kirim radiogram kepada seluruh kepala daerah untuk menyambut kepulangan atlet. Kita minta atlet diarak menggunakan mobil terbuka keliling kota, di mana para atlet itu tinggal,” ungkap Tjahjo.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, prestasi atlet, baik yang mendapatkan medali emas, perak dan perunggu tersebut merupakan aset dan kebanggaan daerah. “Apapun ini, kebanggaan daerah yang mampu melahirkan atlet berprestasi, membawa harum nama bangsa khususnya nama asal daerahnya. Kalau tidak saat penjemputan, mungkin bisa diadakan acara khusus diarak keliling kota atau bentuk kegiatan lain yang lebih meriah,” pesannya.

Menanggapi radiogram tersebut, Teguh mengaku akan melakukan instruksi pimpinannya tersebut. Seperti apa teknisnya akan kembali dibicarakan bersama pemerintah. “Teknisnya seperti apa saya belum tahu. Tapi untuk Ali Buton dan beberapa atlet kabarnya sudah diarak keliling daerah. Tapi Pemerintah Provinsi juga akan melakukan pengarakan sebagai bentuk kebanggaan terhadap atlet Sultra yang berhasil menorehkan prestasi pada ajang Asian Games,” ungkapnya.

Sementara itu, perolehan medali emas Indonesia salah satunya disumbangkan atlet takraw asal Sultra, Husni Uba dan kawan-kawan, Sabtu (1/9) lalu. Berkat penampilan gemilang Husni, Indonesia berhasil meraih medali emas dan dua medali perunggu. Perolehan emas usai menekuk Jepang di partai final nomor quadrant putra di Ranau Sport Hall, kompleks Jakabaring Sport City Palembang, Sabtu 1 September 2018. Indonesia menang atas jepang dengan skor 2-1 (15-21, 21-14 dan 21-16).

Husni Uba mengatakan, kemenangan ini atas dukungan dan doa seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Sultra dan keluarga. Tanpa doa dan dukungan, tidak akan dapat berbuah manis meskipun telah melakukan kerja keras untuk memenangkan pertandingan. Husni merasa sangat bangga dengan prestasi ini, sekaligus sebuah sejarah selama ikut Asian Games. Capaian ini adalah yang pertama diperoleh sepanjang ia memperkuat tim sepak takraw Indonesia di ajang Asian Games.

“Sejarah buat saya, emas pertama saya di Asian Games. Beberapa kali saya ikut Asian Games, dari 2006, 2012 dan 2014 dan alhamdulillah baru kali ini dapat emas,” tutur Husni Uba kepada Kendari Pos. Memang sejak awal di nomor quadrant, ia bersama tim target medali emas. “Alhamdulillah target kami di nomor quadrant bisa tercapai berkat motivasi diri sendiri dan doa dan dukungan seluruh masyarakat,” kata lelaki asal Kota Baubau ini.

Dari dulu Husni menginginkan punya rekan yang perkuat Timnas dari Sultra. Ia merasa sedih perkembangan takraw Sultra yang stagnan. Padahal secara skill, ia mengatakan atlet Sultra tidak kalah dengan daerah lain. “Tinggal dipoles sedikit maka makin jago. Tapi itu tergantung kepengurusan takraw. Pertanyaannya kenapa saya masih dipakai Timnas, bukannya junior. Padahal saya latihan sendiri di Baubau dengan atlet junior yang saya bina. Karena saya punya pengalaman, jadi ketika saya dibutuhkan maka tinggal beradaptasi saja,” tuturnya.

Menurutnya, kalau dibutuhkan di Kendari, maka dirinya siap melakukan pembinaan terhadap generasi baru. Husni ingin berbagi pengalaman dengan petakraw muda agar pencapaian mereka bisa jauh lebih baik. “Sultra bisa melahirkan petakraw yang akan menjadi andalan Indonesia,” imbuhnya. (dan)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778