Pariwara
HEADLINE NEWS

Dapat Klaim Asuransi Rp 18,5 Juta, Bagi Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal di Tanah Suci

JAMAAH HAJI: Sejumlah jamaah haji asal Indonesia, termasuk Sultra sedang menjalani perawatan intensif di Arab Saudi karena menderita sakit. Sejauh ini, sudah ada 201 jamaah yang meninggal di Tanah Suci. Kemenag memastikan, bagi jamaah yang meninggal, maka ahli warisnya mendapat klaim asuransi sebesar Rp 18,5 juta. Foto: Kemenag For Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Jamaah haji yang meninggal saat berada di Tanah Suci mendapat klaim asuransi sebesar Rp 18,5 juta. Sementara yang disebabkan kecelakaan mendapat Rp 37 juta. Hal ini disampaikan Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama, Ahda Barori.

Menurutnya, klaim asuransi jamaah haji tersebut digaransi cair dalam lima hari kerja. Dia mengatakan, ahli waris yang keluarganya wafat saat melaksanakan ibadah haji tahun ini juga tidak perlu repot-repot mengurus klaim asuransi jiwa. Sebab, kata Ahda, Ditjen PHU yang akan mengurus klaim ke pihak asuransi.

“Mekanisme pencairannya yang mengklaim bukan ahli waris tapi Ditjen PHU,” ujar Ahda, Jumat (31/8). Menurut Ahda, proses klaim saat ini sudah berjalan tanpa menunggu penyelenggaraan haji selesai. “Sekarang sudah berjalan dan sudah banyak yang ditransfer,” jelasnya.

Pengiriman dananya, kata Ahda, bisa ke rekening jamaah haji yang wafat, tapi rekeningnya masih aktif. Jika tidak, lanjutnya, ke rekening ahli waris yang telah disepakati pihak keluarga. “Proses klaimnya maksimal lima hari kerja,” ucapnya.

Sejauh ini sudah 201 jamaah haji asal Indonesia meninggal di Arab Saudi. Satu diantaranya berasal dari Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi tersebut berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Total jamaah haji Indonesia yang berada di Arab Saudi sebanyak 203.351 orang. Untuk diketahui, jumlah jamaah haji meninggal pada 2017 sebanyak 657 orang. Turunnya angka jamaah haji yang meninggal pada tahun ini disebabkan pengetatan seleksi haji yang dilakukan tim kesehatan.

Dari jumlah itu, jamaah haji yang masih menjalani perawatan sebanyak 246 orang. Perawatan dilakukan di klinik kesehatan yang ada di Makkah maupun rumah sakit-rumah sakit di sekitar Makkah yang menjadi tempat rujukan. Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Nirwan Satria mengatakan, jamaah haji tak boleh eufuoria meski sudah melaksanakan seluruh prosesi ibadah haji. Saat ini jamaah harus fokus pada pemulangan, tak boleh memforsir energi. “Ada kecenderungan, jamaah itu merasa karena sudah haji lalu melakukan umrah terus. Lalu tidak menjaga kesehatan. Seharusnya sudah fokus saja pada pemulangan,” ujar Nirwan, Jumat (31/8).

Saat ini, tahapan penyelenggaraan ibadah haji sudah sampai ke tahap pemulangan jemaah. Jamaah gelombang pertama diberangkatkan dari Makkah langsung ke Indonesia via bandara Jeddah. Adapun gelombang kedua akan meninggalkan Makkah mulai 31 Agustus, ke Madinah delapan hari, barulah kemudian bertolak pulang ke Tanah Air. (wan/jpc)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778