Pariwara
HEADLINE NEWS

Sebut Konsep “Desa Maju Konsel Hebat” Sinergi dengan Nawacita, Menkeu Puji Program Bupati Konsel

KUNJUNGI KONSEL: Menteri Keuangan, Sri Mulyani (kedua dari kanan) didampingi Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi (paling kanan), Bupati Konsel Surunuddin Dangga (ketiga dari kanan), Sekab Konsel Sjarif Sajang (kedua dari kiri) saat meninjau lokasi PKT di Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, kemarin. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini sempat memuji konsep pembangunan terpadu yang dicanangkan Pemkab Konsel. Foto: Kamal/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memuji program Bupati Konawe Selatan (Konsel), Surunuddin Dangga. Menurutnya, “Desa Maju Konsel Hebat” yang menjadi konsep pembangunan pemerintah kabupaten (pemkab) Konsel sinergi dengan program nawacita Presiden Joko Widodo. Dia yakin, jika program ini dimaksimalkan, maka perekonomian masyarakat desa akan lebih baik.

Apresiasi terhadap program Pemkab Konsel disampaikan Sri Mulyani saat melakukan kunjungan kerja di Desa Langgea, Kecamatan Ranomeeto, Konsel, Kamis (30/8). Dia menegaskan, dengan konsep perencanaan terpadu melalui program “Desa Maju Konsel Hebat”, taraf kehidupan masyarakat akan lebih meningkat.

“Saya senang sekali mendengar penjelasan bupati tetang perencanaan terpadu. Karena itu merupakan kata kunci untuk membangun desa dan bisa meningkatan perekonomian masyarakat desa. Program ini (Desa Maju Konsel Hebat,red) sejalan dengan harapan Presiden untuk membangun dari pinggiran. Makanya, konsep pembangunan yang dicanangkan pemkab Konsel patut diapresiasi,” ungkap Sri Mulyani.

Menurutnya, Presiden memang sudah mencanangkan agar pembangunan dimulai dari pinggiran. Artinya, semua desa-desa harus dikembangkan sehingga bisa menciptakan desa maju. Kalau desa maju tentu masyarakatnya juga akan sejahtera. “Saya berharap program yang sudah bagus ini dimaksimalkan. Pengelolaan dana desa harus bisa mendukung program ini,” pesannya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, dengan program yang bagus tersebut, pemkab Konsel harus bisa menekan angka kemiskinan. Dirinya juga senang, karena Pemkab Konsel mampu menurunkan angka kemiskinan dari 13 persen menjadi 9 persen. “Saya dengar dari penjelasan Bupati Konsel, angka kemiskinan di sini sudah turun hingga di bawah 10 persen. Ini luar biasa sekali. Saya yakin, kalau dimaksimalkan program yang ada, ke depan bisa turun lagi,” optimisnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sri Mulyani didampingi Pj Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi. Kegiatan pertamanya di Konsel adalah mengunjungi lapak kuliner di Desa Langgea, Kecamatan Ranomeeto. Dia sempat berbincang dengan pedagang sembari membeli sejumlah barang dagangan mereka. Mulai dari penjual kue, penjual aksesoris pakaian wanita dan penjual jagung rebus. “Berapa harga kuenya, berapa lama menjual di sini dan berapa untung perharinya,” begitu pertanyaan Sri Mulyani.

Usai foto bareng pedagang tersebut, Sri Mulyani bergeser ke tempat Padat Karya Tunai (PKT) yang ada di Desa Ambaipua. Di sana, ia juga bercakap dengan sejumlah petani yang sementara kerja gotong royong membangun embung di jejeran proyek pembangunan pasar modern. Setelah itu, Menkeu bersama rombongan menghadiri diseminasi pengelolaan dana desa (DD) di Kantor Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto. Dihadapan sejumlah kepala desa yang hadir, dia menjelaskan sekilas tentang tata cara pengelolaan DD.

“DD harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Tujuannya untuk pembangunan desa supaya mendorong percepatan pembangunan ekonomi masyarakat desa,” katanya. Ke depan, tambah dia, pihaknya sudah merancang bersama DPR terkait dana transfer alokasi DD akan meningkat tajam. “Jadi awalnya hanya Rp 700 triliun, kemungkinan bisa sampai Rp 800 triliun,” jelasnya.

Kepada Sri Mulyani, Bupati Konsel Surunuddin Dangga menjelaskan banyak hal tentang konsep pembangunan, Desa maju Konsel Hebat. Dia menjelaskan, sejak dilantik, strategi pembangunan yang telah diletakkan adalah konsep desa terpadu, menuju Desa Maju Konsel Hebat. “Setelah itu, saya bersama wakil bupati, Arsalim telah menetapkan 50 kawasan pertumbuhan desa yang disesuaikan dengan potensi masing-masing,” ungkap Surunuddin dihadapan Menkeu saat melaporkan perkembangan pembangunan di Konsel.

Mantan anggota DPRD Sultra ini menambahkan, saat ini di Konsel sudah ada dua wilayah yamg masuk kawasan perdesaan prioritas nasional (KPPN). Yakni Desa Tumbuh Lestari di Kecamatan Kolono, dan Kelurahan Tinanggea, Kecamatan Tinanggea. Selain itu, lanjut mantan Ketua DPRD Konsel ini, pihaknya menerapkan sinergi unsur terpadu dalam perencanan pembangunan. Sehingga daerah yang dinakhodainya itu ditetapkan sebagai kawasan bibit sapi bersertifikat nasional oleh Kementerian Pertanian. “Jadi strategi kita bangun adalah sinergi dari semua pihak. Sehingga apa yang kita canangkan bisa cepat terealisasi,” terangnya.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi masyarakat, lanjut dia, telah bekerja sama dengan perbankan dalam mengelola dana Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Awalnya KUR yang berputar di Konsel hanya Rp 27 miliar. Sekarang sudah mencapai Rp 90 miliar. Dan ini sangat membantu pertumbuhan usaha ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Masih menurut Surunuddin, dukungan anggaran dari pemerintah pusat dalam rangka pengembangan pembangunan infrastruktur di Konsel masih dibutuhkan. “Kami mengharapkan dukungan dari ibu menteri dalam rangka pengembangan infrastruktur. Apalagi kami secara nasional masuk urutan 16 dalam pengembangan infrastruktur. Dana DID kami dapat Rp 16 miliar. Kiranya dengan hadirnya bu menteri, bisa bertambah lagi,” imbuhnya. (b/kam)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778