Pariwara
HEADLINE NEWS

Eksekusi Lahan 24 Hektare di Korumba Ditunda, Warga: Kami Tidak Terima, Lahan ini Milik Kami dan Bersertifikat!

TOLAK: Pengacara warga Korumba, Faisal Ahmad, SH (kanan) dan salah seorang warga Korumba menolak adanya eksekusi lahan, Rabu (29/8). Foto: Adwin/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Sengketa lahan di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, antara warga dan koperasi perempangan (Koperson) sudah bergulir sejak tahun 1993. Sengketa lahan antara dari keluarga (Alm) Lasipala melawan Koperson selaku penggugat. Objek sengketa perdata seluas 24 hektare itu dimenangkan Koperson sesuai putusan Pengadilan Negeri (PN) Kendari bernomor : 48/ Pdt. G/1993/PN. Kdi tahun 1993.

Proses eksekusi dilakukan setelah puluhan tahun berlalu oleh PN Kendari. Namun tim eksekutor mendapat penolakan keras warga sehingga proses eksekusi urung dilakukan. Warga berkumpul dan membentang spanduk berisi pesan penolakan membuat suasana eksekusi sempat memanas. Ratusan warga Korumba menggelar rapat tertutup dan menolak pelaksanaan eksekusi karena eksekusi tidak sesuai aturan yang berlaku.

Pengacara warga yang juga tergugat, Faisal Ahmad, SH mengatakan, langkah PN mengeksekusi ke lahan tak sesuai mekanisme hukum. Sebab sampai saat ini PN tidak mengetahui objek dan titik koordinat lahan yang disengketakan. Dalam perkara ini, lahan yang dimaksud yakni lahan seluasnya 24 hektare.

Versi Faisal, eksekusi lahan sempat akan dieksekusi tahun 1993 silam, namun batal karena objek lahan yang disengketakan tidak jelas. Sebenarnya status lahan itu adalah Hak Guna Usaha (HGU) yang ada pada Koperson. “HGU ini selama 25 tahun dan berakhir pada 1999. Ini artinya, lahan yang sebelumnnya dikuasai Koperson sudah selesai. Harusnya kembali kepada warga atau negara,” ujar Faisal Ahmad, Rabu (29/8).

Faisal menjelaskan sejak putusan hingga tahun 2017, pihaknya telah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Sultra namun ditolak. Dan dasar hukum eksekusi, masih mengacu pada putusan tahun 1993. Dia menjelaskan, dalam sidang di PN Kendari, pembuktian yang diajukan tidak dipertimbangkan hakim.

Sebut saja, ihwal tanah tersebut. Faisal menuturkan, sejak tahun 1969, lahan adalah milik warga. Pemerintah berdasarkan SK Gubernur meminta Koperson mengelola perempangan dengan mengubah status lahan menjadi HGU. Faisal menambahkan data di BPN menunjukkan status sudah menjadi milik warga karena masa HGU sudah berakhir. “Karena HGU sudah berakhir, seharusnya lahan ini kembali ke warga atau negara. Jadi, pengadilan tidak punya dasar hukum untuk mengeksekusi,” tegas Faisal.

Kasmudin, salah seorang warga yang rumahnya masuk dalam objek lahan itu menolak eksekusi. “Kami tidak terima. Lahan ini sudah milik warga, dan telah bersertifikat,” tegas Kasmudin.

Sementara itu, Humas PN Kendari, Klik Tri Margo menegaskan, proses eksekusi tetap akan dilaksanakan karena sesuai dengan undang-undang dan putusan PT Sultra. PN masih berkoordinasi dengan polisi agar eksekusi berjalan baik. “Kami masih koordinasikan. Memang rencananya (eksekusi), Rabu pagi kemarin,” ujarnya.

Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi mengaku tidak menolak untuk melakukan pengamanan eksekusi yang sudah terjadwal. Dia meminta waktu, agar PN memberikan kesempatan untuk melakukan pemetaan lokasi yang akan dieksekusi. Ini untuk menghindari chaos di lapangan. “Kami masih bingung. Persoalannya, lahan ini sudah dua kali akan di eksekusi. Kami butuh waktu untuk melakukan maping. Kami harap, PN bisa paham,” kata mantan Kapolres Konawe itu. (ade/c)

Beberapa Spanduk yang bertuliskan penolakan warga terkait eksekusi lahan di kelurahan Korumba.

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778